Internasional

Achmad Syafiudin, Dosen PTNU Masuk Peneliti Top Dunia

187
×

Achmad Syafiudin, Dosen PTNU Masuk Peneliti Top Dunia

Sebarkan artikel ini
Achmad Syafiuddin
Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D., dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). foto: Mwd

BERITABANGSA.COM-SURABAYA– Achmad Syafiudin tercatat satu-satunya dosen peneliti di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) masuk peneliti top dunia, World’s Top 2% Scientists yang baru dirilis oleh Elsevier dan Stanford University, 10 Oktober 2022.

Achmad Syafiuddin, merupakan dosen S-1 program studi Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Scroll untuk melihat berita

Ada 98 nama peneliti Indonesia yang masuk daftar. Achmad Syafiudin di peringkat ke -27 dari 98 nama dengan kategori Self-Citation Excluded.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unusa ini membeberkan, 92 publikasi miliknya telah terbit di jurnal terindeks Scopus, 72 artikel di Web of Science (WoS), dan 103 artikel di Google Scholar.

Bahkan publikasi ilmiah dijalani sejak 2015 itu telah disitasi oleh artikel lain sebanyak 1.255 kali, dengan H-Index Scopus 21.

“Hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi para peneliti bisa masuk Top 2 Persen, karena untuk masuk penghargaan tersebut sangat susah dan sangat ketat seleksinya,” ucap alumni program doktoral di Universiti Teknologi Malaysia, kepada Beritabangsa.com. Kamis (13/10/2022) di Ruang Rektorat Unusa.

Syafiudin menyebutkan, bahwa status “World’s Top 2% Scientists” ini sebagai kado bagi Hari Lahir (Harlah) Unusa ke-9. Terlebih dari ribuan dosen PTNU, hanya dia yang masuk daftar peneliti top dunia.

Harapannya, capaian ini juga bisa memotivasi para peneliti Unusa untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Saya mendukung langkah strategis Unusa memotivasi civitas akademik untuk selalu menorehkan prestasinya, seperti baru saja prodi S-1 program studi Gizi di Unusa mendapat peringkat akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPTKes), untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dipegang Program Studi Gizi Universitas Indonesia (UI),” ungkapnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *