Keagamaan

Sambut Asyura MWC NU dan Masjid Jamik As-Salam Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

94
×

Sambut Asyura MWC NU dan Masjid Jamik As-Salam Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Sebarkan artikel ini
Muharram
Kaum duafa yang menerima santunan pada acara malam 10 Muharram

BERITABANGSA.COM-SURABAYA- Hari Asyura, momen penting bagi umat Islam untuk memperoleh keberkahan dan pahala.

Hal ini pula yang membuat MWC NU, NU Care dan pengurus Masjid Jamik As-Salam menggelar pengajian umum dan menyantuni anak yatim serta kaum dhuafa, Sabtu (06/08/2022) di Jalan Tubanan Baru Blok B, no. 42A, Karangpoh, Kecamatan Tandes, Surabaya.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang setiap tahun diadakan di tempat ini dengan mengusung tema berbeda setiap tahunnya.

Selain itu acara tersebut juga diselingi dengan pembagian hadiah kepada santriwan santriwati cilik berprestasi, juara lomba.

Kali ini dengan mengundang Nyai Hj. Nurul Abidah, dari Pasuruan yang memberikan pengajian kepada warga Kelurahan Karangpoh dan sekitarnya.

Tamam Ali sebagai pengurus Masjid Jamik As-Salam, Tubanan Baru, menyampaikan apresiasi kepada MWC NU dan NU Care yang selama ini telah bekerjasama dengan para pengurus.

Ia menambahkan, setiap tanggal 1 Muharram 1443 H, bagi umat Islam Indonesia merupakan momentum perayaan tahun baru Islam. Sementara 10 Muharram, atau hari Asyuro, juga turut diperingati untuk syiar agama, sebagai dakwah yang baik untuk menyantuni anak yatim.

Dengan menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa di bulan Muharram ini sangat dianjurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Hal ini sangat dianjurkan dalam agama kita,” jelasnya pada Beritabangsa.com.

KH Nuruddin, Ketua MWC NU Kecamatan Tandes, mengungkapkan rasa haru dan bangga akan acara yang digelar, mengingat semua bekerjasama dengan baik sehingga acara berlangsung meriah.

Ia mengharapkan, acara tidak hanya fokus pada tahun baru Hijriyah, namun terus berkesinambungan dalam misi kemanusiaan, artinya bila perlu tiap ada acara sosial keagamaan dan lainnya tetap bersinergi dengan stakeholder terkait.

“Apalagi di bulan Muharram ini, menyantuni anak yatim sambil “Osap Sera” (mengusap kepala), merupakan anjuran dari ulama kita,” tandasnya.

Santri
Santriwan santriwati cilik yang berprestasi dalam lomba hafalan

Sebagian undangan yang di dominasi ibu-ibu ini, secara bergantian memberi santunan kepada para anak yatim yang berbaris di panggung, ada yang memberikan uang tunai, alat-alat sekolah, Sembako dan yang lainnya.

Salah satu orang tua anak, saat dikonfirmasi Beritabangsa.com, merasa terharu, karena di zaman sekarang ini ternyata masih banyak yang peduli kepada para anak yatim dan duafa.

“Kulo matursuwun sanget, sampun dibantu, mugi piraningan sehat sedanten (saya sangat berterimakasih sudah dibantu, semoga semuanya diberikan kesehatan),” ujarnya haru.

Pungkasnya acara ini diisi pengajian oleh Nyai Hj Nurul Abidah, Pasuruan yang menerangkan keutamaan bulan Muharram.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *