Daerah

Komisi IX DPR RI dan BKKBN Sosialisasi Gropyokan Cegah Stunting

54
×

Komisi IX DPR RI dan BKKBN Sosialisasi Gropyokan Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.COM-BLITAR- Nurhadi anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, gropyokan bersama Uni Widayati perwakilan dari BKKBN Jawa Timur dan Hermanto Widodo, perwakilan DP3AP2KB Kabupaten Blitar, sosialisasi pencegahan stunting.

Bertempat di Balai Desa Rejowinangon, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (16/07/2022), legislator Nasdem itu ingin mendorong masyarakat merencanakan tujuan berkeluarga, mengurus kesehatan anak, menuju Indonesia emas sejak dari pra nikah.

Scroll untuk melihat berita

“Jangan sampai terjadi stunting pada generasi bangsa ini. Untuk mencegah itu, salah satunya mematangkan usia pernikahan di masyarakat,” katanya.

Kata dia, semua pihak harus membantu calon pasangan suami istri dalam mengambil keputusan mewujudkan hak reproduksinya agar bertanggungjawab.

“Salah satunya mengkampanyekan usia ideal menikah, yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Ini substansi pembinaan untuk remaja,” imbuhnya.

Menurutnya, stunting selain dipicu masalah ekonomi dan kematangan usia pengantin, juga karena pernikahan dini.

Maka dibutuhkan keterlibatan semua pihak baik pemerintah daerah, ulama dan orangtua.

“Semua harus membantu membina para remaja agar di usia ideal menikah, melahirkan, jumlah anak, jarak kelahiran anak, dan kesehatan reproduksi,” katanya.

Guna mewujudkan generasi emas Indonesia 10 atau 100 tahun ke depan, maka penting dilakukan pencegahan melalui sosialisasi seperti ini melibatkan banyak pihak.

“Jangan sampai stunting dan pernikahan dini ini kian naik. Demi menuju Indonesia emas 100 tahun, sejahtera, bahagia, negara maju, dan negara besar bisa terwujud,” imbuhnya.

Sementara itu, Uni Idawati wakil BKKBN Jawa Timur, mengatakan untuk mencegah stunting sejak dini dimulai dari 1000 hari pernikahan dan kehamilan.

“1000 hari pernikahan dan kelahiran itu penting, maka para keluarga dan orang tua harus rutin periksa kesehatan janin, fisik orang tua, kesehatan mental dan batin keluarga serta orang tua,” katanya.

Para ibu rumah tangga di masa kehamilan harus menghindari minuman beralkohol. Memperbanyak asupan nutrisi bergizi tinggi, demi tumbuh kembang si janin.

Ditambahkan dari Dinas DP2KBP3A Kabupaten Blitar, Hermanto Widodo, pentingnya sosialisasi, peran serta mitra kerja dan stakeholder dalam implementasi pembangunan keluarga.

“Angka prevalensi stunting di Kabupaten Blitar masih di angka 14,5 persen menurut data SIB rilisan 2021. Maka masyarakat harus bisa bekerja sama menekan angka stunting jadi 0% menuju Indonesia emas di 100 tahun Indonesia,” katanya.

Kata dia penyebab stunting bisa bermacam-macam, mulai dari gizi buruk sanitasi, hingga air tidak bersih.

“Dengan sosialisasi ini saya berterima kasih kepada Pak Nurhadi. Dari sini masyarakat bisa praktik pengasuhan yang benar, ilmu gizi yang baik, cara memberi ASI yang baik, dan pendamping ASI yang baik,” akunya.

Sementara itu, Kepala Desa Rejowinangon, Bagas W, mengatakan di desanya juga melakukan kegiatan serupa untuk menekan angka stunting.

“Pemdes dan jajaran telah menyediakan anggaran dari dana desa kepada masyarakat untuk mencegah stunting,” tutupnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *