Daerah

Yadnya Kasada, Wisata Gunung Bromo Tertutup untuk Wisatawan

80
×

Yadnya Kasada, Wisata Gunung Bromo Tertutup untuk Wisatawan

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO- Bagi wisatawan yang hendak ke Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo dalam perayaan Hari Raya Yadnya Kasada, 15 – 16 Juni 2022 rupanya harus mengurungkan niatnya. Sebab, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menyatakan kawasan wisata ini ditutup pada 15 – 16 Juni 2022.

Penutupan itu, berdasarkan surat pengumuman BB TNBTS nomer PG. 357/T.8/BIDTEK.1/KSA/6/2022. Surat tersebut, juga mengacu pada keputusan bersama oleh Dukun Pandita di kawasan Tengger.

Menurut Plt Kepala Balai Besar TNBTS Novita Kusuma Wardani di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, penutupan kawasan Bromo Tengger Semeru ini dilakukan mulai 15 Juni pukul 07.00 WIB hingga 16 Juni 2022 pukul 15.00 WIB.

“Penutupan kegiatan wisata ini dalam rangka pelaksanaan rangkaian upacara ritual Yadnya Kasada tahun 2022,” jelas Novita, Sabtu (04/06/2022).

Penutupan kawasan Bromo dari aktivitas wisata tersebut, dilakukan pada 4 titik pintu masuk kawasan yakni mulai dari Probolinggo, di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, dan dari Pasuruan di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.

Kemudian, penutupan juga dilakukan dari wilayah Malang, dan Lumajang, pada pintu masuk Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

“Kami berharap, pengumuman ini menjadi perhatian kepada para pengunjung atau wisatawan dan pihak-pihak terkait,” pungkasnya.

Sementara itu, pelaksanaan upacara Yadya Kasada ini akan berlangsung sejak Rabu malam, hingga Kamis pagi.

Dalam surat edaran itu, ada beberapa poin selama upacara digelar, di antaranya, warga Tengger maupun luar Tengger yang ikut upacara wajib membawa KTP, menggunakan pakaian adat, serta perlengkapan lain.

Selain itu, umat yang merayakan Yadnya Kasada tidak diperkenankan membawa segala bentuk sound sistem dengan tujuan dibunyikan di kawasan Bromo karena akan menganggu selama proses upacara. Bagi umat yang membawa kendaraan harus kendaraan standar, tidak berknalpot brong.

“Sesuai koordinasi, bagi wisatawan yang tetap naik, hanya maksimal sampai Cemoro Lawang saja, mengingat selama upacara Yadya Kasada ini, hanya dikhususkan bagi umat Hindu yang mengikuti upacara Yadya Kasada,” jelas Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto,

Untuk pengawasan penutupan selama Yadnya Kasada, nantinya petugas ditempatkan di tiga pintu masuk, yakni Cemoro Lawang – Probolinggo, Jemplang – Malang/ Lumajang, dan Tosari (Pasuruan). Selain itu juga dilibatkan petugas gabungan dari Jogoboyo, TNI – Polri dan pemerintah daerah akan melakukan penjagaan sebelum pintu masuk.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *