Terkini

HKTI Probolinggo Temui DPRD, Sampaikan Wabah PMK, Pupuk dan Plasi Bawang Merah

90
×

HKTI Probolinggo Temui DPRD, Sampaikan Wabah PMK, Pupuk dan Plasi Bawang Merah

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO- Sejumlah petani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menemui Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo.

Mereka mengadukan beberapa masalah keluhan petani, mulai dari persoalan pupuk, plasi bawang merah (potongan berat barang pada timbangan bawang merah di Probolinggo 10%, 10% per kuintal), hingga penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak sapi, di kantor DPRD, Kamis (02/06/2022).

HKTI Kabupaten Probolinggo yang diwakili Ahmad Syamsul Askandar, diterima langsung Ketua Komisi II, Edy Susanto dan Dinas Pertanian, DKUPP.

Beberapa persoalan yakni percepatan penanganan wabah PMK, kelangkaan pupuk dan kurang efektifnya kartu tani, masalah petani, komunitas Porang dan plasi pada bawang merah dinilai banyak merugikan petani.

Gus Aan panggilan akrabnya itu menyebut pertemuan kali ini berjalan baik dan mendapat respon positif DPRD Kabupaten Probolinggo serta instansi terkait.

“Ada beberapa poin-poin yang kita sampaikan akan segera ditindaklanjuti bahkan untuk masalah plasi bawang merah besok akan segera sidak. Dan untuk PMK hari ini juga Plt Bupati Probolinggo dan jajaran Forkopimda mengunjungi daerah paling terdampak yakni Krucil,” jelasnya.

Ia berharap, keluhan yang disampaikan menjadi bahan masukan yang nantinya dihasilkan dalam sebuah kebijakan. Sehingga, persoalan tersebut bisa teratasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Ketua Komisi II, Edy Susanto sejumlah keluhan itu menjadi persoalan di tengah-tengah masyarakat. Atas hal itu, Politisi PDI Perjuangan ini siap meneruskan keluhan dan ikut menemukan solusinya.

Ia menjelaskan, seperti plasi bawang merah mengalami kenaikan di tahun ini. Kenaikan persentasi plasi itu dilakukan oleh tengkulak, yaitu 10 persen pada 2018, kini menjadi 15 persen.

Dalam waktu dekat, akan dilakukan sidak oleh Satgas Pangan untuk dikembalikan lagi ke kesepakatan semula, yaitu 10 persen.

“Tentunya kita tindak lanjuti, persoalan wabah PMK misalnya ini kan lagi gentingnya. Kami akan berkoordinasi dengan Eksekutif, agar persoalan ini segera teratasi termasuk persoalan pertanian lainnya,” jelas Edy yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo ini.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *