Berita Utama

Sungai di Surabaya Berbusa, Posko Ijo Somasi PT Wings Surya

1
×

Sungai di Surabaya Berbusa, Posko Ijo Somasi PT Wings Surya

Sebarkan artikel ini
Posko Ijo
Posko Ijo melakukan tes mandiri kualitas air.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Dugaan pencemaran aliran Kali Tengah pasca kebakaran gudang detergen PT Wings Surya di Kecamatan Driyorejo, Gresik, berbuntut panjang.

Organisasi lingkungan Posko Ijo resmi melayangkan somasi kepada manajemen perusahaan, Selasa (8/9/2026).

Somasi tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran yang terjadi setelah kebakaran gudang PT Wings Surya pada Jumat (4/9/2026).

Posko Ijo menduga air bekas pemadaman yang telah bercampur dengan material maupun senyawa kimia dari area gudang mengalir ke Kali Tengah tanpa melalui proses penanganan atau netralisasi terlebih dahulu.

Perwakilan Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, mengatakan persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena aliran Kali Tengah terhubung dengan Kali Surabaya.

“Air yang digunakan untuk pemadaman kebakaran seharusnya tidak langsung dialirkan ke badan sungai, terlebih ketika sudah bercampur dengan bahan kimia dari gudang yang terbakar,” kata Rulli.

Menurut dia, dugaan pencemaran tersebut tidak hanya berpotensi memengaruhi kondisi ekosistem perairan, tetapi juga berdampak pada masyarakat yang bergantung pada sumber air dari sistem Kali Surabaya.

Kondisi aliran Kali Surabaya bahkan dilaporkan mengalami perubahan pada akhir pekan, 5-6 September 2026. Permukaan air di sejumlah titik disebut dipenuhi gumpalan busa putih dengan ketebalan mencapai puluhan sentimeter.

Selain munculnya busa, terjadi pula fenomena yang dikenal masyarakat sebagai pladu, yakni ikan mengalami kondisi mabuk hingga mati secara massal.

POSKO IJO menduga kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan kualitas air, termasuk kemungkinan penurunan kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO).

“Fenomena ikan mabuk dan mati massal serta munculnya busa dalam jumlah besar di Kali Surabaya tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Ini menunjukkan adanya gangguan serius terhadap kualitas perairan,” ujarnya.

Rulli menyebut karakteristik polutan cair yang ditemukan di aliran sungai juga dinilai memiliki indikasi yang konsisten dengan keberadaan surfaktan detergen dan bahan kimia yang digunakan dalam proses pemadaman kebakaran.

Untuk memperkuat temuannya, POSKO IJO melakukan pengujian kualitas air secara mandiri. Hasil pengukuran yang mereka lakukan menunjukkan nilai pH air Kali Tengah pascakebakaran mencapai 4,21.

Angka tersebut berada di bawah kisaran pH 6-9 yang menjadi acuan baku mutu air sungai kelas II dan III sebagaimana disebutkan POSKO IJO.

Menurut Rulli, kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan kualitas air yang signifikan. Namun, untuk memastikan jenis dan sumber pencemar, diperlukan pemeriksaan laboratorium serta penelusuran oleh instansi berwenang.

“Nilai pH yang rendah menunjukkan perubahan kualitas air yang signifikan dan mengindikasikan masuknya bahan kimia ke badan air,” katanya.

Dugaan pencemaran tersebut juga disebut berdampak pada pelayanan air bersih di Kota Surabaya. Masuknya polutan ke sistem pengolahan air baku IPAM Karang Pilang meningkatkan tantangan dalam proses pengolahan air.

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebelumnya melakukan penghentian maupun pengurangan distribusi air bersih di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi. Penggelontoran atau wash out jaringan pipa sekunder juga dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat.

Rulli menilai persoalan tersebut akhirnya tidak hanya menyangkut kerusakan ekosistem sungai.

“Dampaknya bukan hanya pada ikan dan ekosistem sungai. Ketika pencemar masuk ke aliran Kali Surabaya dan mengganggu pengolahan air baku, masyarakat juga menjadi pihak yang dirugikan,” tegasnya.

Melalui somasi tersebut, POSKO IJO meminta PT Wings Surya bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang diduga muncul pascakebakaran.

Ada lima tuntutan yang disampaikan, yakni meminta perusahaan memenuhi tanggung jawab hukum dan lingkungan, membuka informasi mengenai material dan bahan kimia yang terbakar maupun terdampak kebakaran, termasuk komposisi firefighting foam yang digunakan.

Selain itu, POSKO IJO meminta dilakukan penanggulangan dan pemulihan Kali Tengah serta Kali Surabaya, termasuk pertanggungjawaban terhadap kerugian lingkungan akibat kematian ikan dan potensi kerusakan ekosistem perairan.

POSKO IJO juga mendesak perusahaan menyampaikan rencana pemulihan lingkungan secara terbuka, terukur, dan dapat dipantau oleh masyarakat.

“Kami meminta PT Wings Surya tidak lepas tangan terhadap dampak yang terjadi. Keterbukaan mengenai bahan yang terbakar, bahan kimia yang digunakan dalam pemadaman, serta penanganan air sisa pemadaman menjadi hal penting,” pungkas Rulli.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Wings Surya tak berhasil dikonfirmasi terkait somasi dari Posko Ijo atas dugaan pencemaran.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60