BERITABANGSA.ID, TUBAN – Kapolresta Tuban Kombes Polisi Jazuli Dani Iriawan, mengajak para siswa SMA Negeri 1 Tuban, menjadi pemimpin yang berkarakter di maaa depan, Senin (19/10/2026).
Demikian disampaikan saat menjadi pembina upacara di hadapan siswa SMAN 1 Tuban ini.
Fondasi utama dalam meraih itu adalah tabiat menghormati orang tua dan guru, menjaga silaturahmi, menjauhi bullying, mematuhi aturan lalu lintas, dan tidak terlibat narkoba.
Jazuli Dani Iriawan menegaskan masa sekolah merupakan waktu penting untuk mempersiapkan masa depan.
Menurutnya, pendidikan saat ini bukan untuk kepentingan guru, melainkan sebagai bekal agar mereka kelak menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, nusa dan bangsa.
Tidak hanya itu, dia juga mengingatkan para siswa agar menghormati guru sebagai sosok panutan. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
“Guru adalah orang tua kita kedua disekolah serta pentingnya menjaga hubungan baik antara siswa, guru, dan sesama teman. Oleh karena itu, mari kita membangun silaturahmi yang baik serta saling membantu ketika ada teman yang mengalami kesulitan,” tuturnya.
Masa SMA akan menjadi kenangan yang terus diingat ketika para siswa memasuki kehidupan dewasa. Karena itu, ia meminta para pelajar mengisi masa sekolah dengan pertemanan yang positif dan penuh kebersamaan.
“Jalinlah ikatan silaturahmi yang baik. Kalau ada kawannya yang susah, dibantu, dan jauhilah perilaku bullying, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Perundungan dapat memberikan dampak buruk bagi korban maupun pelakunya,” ujarnya.
Selain itu, Kapolresta memberikan pesen mengenai keselamatan berlalu lintas. Dia meminta para siswa yang menggunakan kendaraan pribadi untuk melengkapi perlengkapan berkendara, seperti helm standar dan spion, serta tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan.
“Tolong nanti kelengkapan berlalu lintas dilengkapi, pakai helm yang standar, pakai spion, tidak menggunakan knalpot brong,” tukasnya.
Bentuk pelanggaran lalu lintas apapun akan ditindak, apabila terdapat siswa yang terjaring razia, pihak kepolisian akan menghubungi sekolah dan orang tua untuk menjemput yang bersangkutan.
Dia berharap tidak ada siswa SMAN 1 Tuban yang melakukan pelanggaran lalu lintas dan seluruhnya dapat menjadi pelajar yang tertib di jalan.
Pesan berikutnya berkaitan dengan bahaya narkoba. Kapolresta mengingatkan para siswa agar tidak mencoba menggunakan, apalagi menjual atau mengedarkan narkotika.
“Jangankan mengedarkan, mencoba saja jangan, apalagi sampai terkena bujuk rayu untuk mencoba narkoba yang mungkin saja datang dari lingkungan pergaulan. Kebiasaan yang awalnya dianggap sepele, seperti mengikuti ajakan teman, dapat berkembang menjadi ketergantungan dan merugikan masa depan kalian para siswa generasi muda,” lanjutnya.
Di samping itu, rencana sosialisasi mengenai jenis-jenis narkoba dan bahayanya kepada para siswa akan dilaksanakan Kapolresta. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik agar para pelajar mampu menjaga diri dan memilih pergaulan yang sehat.
Di akhir amanatnya, Kapolresta mengajak para siswa menghormati orang tua dan guru, menjauhi bullying, menjaga keselamatan di jalan, serta menjauhi narkoba. Ia juga mendorong para pelajar untuk terus memperkaya ilmu, rajin belajar, dan menjaga moral.
“Saya mendoakan semoga adik-adik menjadi pemimpin-pemimpin, bukan hanya di Tuban, bukan hanya di provinsi, tapi bisa ke tingkat nasional. Perkaya ilmu, belajar, dan yang paling penting adalah menjaga moral,” pungkasnya.















