BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan angka kemiskinan Bojonegoro turun dari 11,49% pada 2025 menjadi 10,2% pada 2026 dan IPM mencapai 73,74 pada 2025, melampaui target RPJMD sebesar 73,54 dengan kenaikan 0,99 poin.
Demikian diungkapkan saat menjadi inspektur upacara Hari Jad Bojonegoro (HJB) ke-349 dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Alun-alun Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).
Bupati mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni kemiskinan, peningkatan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pemerataan ekonomi inklusif, pengangguran, dan konektivitas desa-kota.
“Masuk tahun kedua kepemimpinan kami Wahono-Nurul Azizah, kami menyadari dengan berkurangnya transfer daerah, kita harus mengatur ulang program dan kegiatan yang benar-benar prioritas agar catatan penting tersebut secara bertahap dapat kita selesaikan,” jelasnya.
Meski demikian, Wahono memaparkan tujuh capaian positif sepanjang 2026 salah satunya, kemiskinan dan IPM di Kabupaten Bojonegoro.
Dengan mengusung tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Bahagia, Makmur dan Membanggakan”, Bupati mengajak seluruh elemen untuk menjaga kebhinekaan, persatuan dan kedamaian.
“Kalian yang hari ini sudah menggunakan pakaian adat nasional dalam rangka peringatan HJB ke-349 dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, ini bagian dari kewajiban kita untuk terus menjaga kebhinekaan, menjaga persatuan dan terus menjaga kedamaian untuk Bojonegoro yang lebih bahagia, makmur dan membanggakan,” ujar Bupati Setyo Wahono.
Hadir pula Wakil Bupati, pimpinan dan anggota DPRD, Sekdakab, para kepala OPD, ASN, Ketua TP PKK, Camat, Kepala Desa/Lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, mahasiswa, seniman dan budayawan.
Bupati Wahono menyampaikan refleksi perjalanan Bojonegoro ke-349 yang terus meneguhkan diri sebagai daerah lumbung pangan dan energi nasional.
Bojonegoro tercatat sebagai penghasil padi terbesar ke-2 di Jawa Timur dan penyumbang hampir 30% produksi minyak nasional.
Selain itu, pada 2026 Pemkab juga melaksanakan pembangunan strategis meliputi penyediaan akses air bersih, pembangunan Pasar Kota Bojonegoro, penataan Alun-alun dan taman konservasi, serta rencana terwujudnya rumah sakit unggulan kesehatan jiwa, program bantuan RTLH bagi 5.770 keluarga penerima manfaat dan perluasan akses listrik bagi 771 KK.
Dia juga menambahkan bahwa momentum hari jadi ke-349 ini harus jadikan titik tolak untuk memperkuat sinergi pembangunan, agar setiap program benar-benar menyentuh kehidupan rakyat.
“Dirgahayu Bojonegoro ke-349, Dirgahayu Provinsi Jawa Timur ke-81. Berdaya saing dan bertransformasi menuju Bojonegoro bahagia, makmur dan membanggakan,” tutup Bupati Wahono.















