BERITABANGSA.ID, INDRALAYA – Proyek Jalan Tanjung Raja -Bts Tambang Rambang dan Sp Meranjat-Bts Payaraman Kabupaten Ogan Ilir dikerjakan asal.
Dua proyek jalan itu, masuk wilayah kerja UPTD jalan dan jembatan Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir (OKI-OI) di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBMTR) Provinsi Sumatera Selatan.
Anggaran konstruksi Sp Meranjat – Bts Payaraman senilai Rp14.368.615.000 dan kontruksi Tanjung Raja – BTS Tambang Rambang, senilai Rp17 miliar. Kedua proyek tersebut sumber dananya APBD Provinsi Sumatera Selatan 2026.
Pantauan di lokasi, Jumat (28/8/2026) pekerjaan Jalan Sp Meranjat – Bts Payaraman dikerjakan per spot atau sistem tambal sulam (patching) dan terkesan asal jadi. Tampak aspalnya tipis, dan variatif antara 1,5 – 3,5 cm.
Dan sepanjang jalan Sp Meranjat – Bts Payaraman kondisi jalannya masih banyak yang berlubang. Selain itu batas perkerjaannya hanya sampai di Kecamatan Payaraman.
Untuk konstruksi Tanjung Raja – BTS Tambang Rambang juga dikerjakan asal.
Dari jalan Tambang Rambang – Simpang Tiga Betung 1, Kecamatan Lubuk Keliat belum terlihat tanda- tanda perbaikan. Jalan masih banyak yang rusak dan berlubang. Seperti di Desa Nagasari, Desa Ramah Kasih, dan Desa Suka Jadi, Kecamatan Muara Kuang.
Sementara di Desa Ketiau, Kecamatan Lubuk Keliat baru terlihat perbaikan jalan sekitar 1 km. Sedang Jalan Cinta Maniis – Tanjung Raja, tak terlihat pekerjaan jalan.
Berdasarkan kontrak kerja, pekerjaan jalan itu memakai agregat A, AC-BC, AC-WC.
Tapi di lapangan aspalnya tipis.
Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Kabupaten Ogan Komering Ilir – Ogan Ilir (OKI-OI), M Rino Abi Susanto, saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026), menjelaskan anggaran proyek Sp Meranjat-Payaraman sebesar Rp14,5 miliar, dengan pelaksana CV Mawar, fungsional 50,60 km, efektif 1,50 km.
Sementara Jalan Tanjung Raja -Tambang Rambang senilai Rp17 miliar, mengenai pelaksana dan panjang fungsional efektifnya tidak diketahui.
“Nanti saya suruh PPTK, Sudirmansyah yang menghubungi untuk memberikan penjelasan, karena dialah pelaksana tehnis kegiatan,” ujar Rino.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Sudirmansyah, ST dikonfirmasi tidak ada di kantornya, saat dihubungi via telp dan WhatApp tidak merespon.


















