Terkini

Juara III Merdeka Cup II 2026, SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang, Tak Boleh Berhenti

1
×

Juara III Merdeka Cup II 2026, SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang, Tak Boleh Berhenti

Sebarkan artikel ini
SDN Citrodiwangsan
Tim Basket Putri Citroda Juara 3 Merdeka Cup II

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Perjalanan tim basket SDN Citrodiwangsan 02 (Citroda) Lumajang di ajang Merdeka Cup II 2026 akhirnya berbuah podium. Raihan juara III bukan sekadar angka di papan klasemen, tetapi menjadi modal penting bagi sekolah untuk terus menempa talenta muda di cabang olahraga bola basket.

Di balik capaian tersebut, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat. Latihan, pertandingan, tekanan kompetisi hingga pengorbanan waktu menjadi bagian dari perjalanan para atlet muda Citroda.

Pendamping tim basket SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang, Firman, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atau wali atlet yang selama gelaran Merdeka Cup memberikan perhatian, dukungan hingga dukungan materi kepada anak-anak.

“Assalamu’alaikum Bapak/Ibu. Terima kasih atas perhatian, waktu, dukungan dan materi yang jenengan berikan untuk anak-anak selama event Merdeka Cup ini,” ujar Firman, kepada wartawan, Minggu (23/8/2026) malam.

Menurutnya, keberhasilan tim tidak bisa dilepaskan dari dukungan banyak pihak. Salah satunya adalah pihak sekolah yang memberikan ruang kepada para siswa untuk mengikuti kompetisi tanpa mengabaikan proses pembinaan mereka.

Firman secara khusus mengapresiasi Kepala SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang yang memberikan dispensasi kepada para atlet selama mengikuti pertandingan.

“Terima kasih untuk Ibu Kepala Sekolah yang telah mendukung dan memberikan dispensasi untuk anak-anak tidak mengikuti pelajaran seperti biasanya karena event Merdeka Cup,” katanya.

Dukungan tersebut menjadi penting karena atlet usia sekolah membutuhkan keseimbangan antara pendidikan dan pengembangan bakat. Kompetisi menjadi ruang belajar tersendiri bagi anak-anak untuk membangun kedisiplinan, keberanian, kerja sama tim dan mental menghadapi tekanan.

Firman juga memberikan apresiasi kepada coach yang dinilainya selalu memberikan perhatian dan pendampingan kepada para pemain selama proses latihan maupun pertandingan.

Namun, di balik ketegasan dalam membentuk mental dan disiplin atlet, Firman juga menyampaikan permintaan maaf kepada anak-anak apabila selama latihan maupun pertandingan terdapat perkataan atau sikap yang dianggap terlalu keras.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada salah kata atau sikap yang keras bahkan kasar kepada anak-anak selama latihan dan pertandingan,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan atlet muda bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Ada proses mendidik anak-anak agar mampu menerima tekanan, memperbaiki kesalahan dan terus berkembang.

Firman pun menegaskan bahwa capaian juara III di Merdeka Cup II 2026 tidak boleh menjadi garis akhir.

“Semoga di event berikutnya Citroda bisa lebih baik lagi. Juara ketiga akan menjadi modal lebih prestasi lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang, Darna Yuliastutik, turut memberikan apresiasi kepada Firman selaku pembina serta para orang tua dan wali atlet yang terus memberikan dukungan.

“Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Baik Bapak dan Ibu wali atlet, saya ucapkan terima kasih pula kepada jenengan selaku pembina. Tanpa lelah mengarahkan anak-anak, selalu siap berkorban tenaga dan waktunya demi kemajuan Citroda,” kata Darna.

Menurutnya, proses mencetak atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Prestasi membutuhkan latihan konsisten, pendampingan dan dukungan dari lingkungan sekolah maupun keluarga.

Karena itu, Darna mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya melihat hasil akhir pertandingan, tetapi juga menghargai setiap tahapan yang telah dilalui para pemain.

“Mari kita semua menikmati prosesnya ini. Proses yang tidak mudah. Insyaa Allah menumbuhkan atlet-atlet basket yang luar biasa. Tetap bersemangat,” ujarnya.

Raihan juara III Merdeka Cup II 2026 dengan demikian menjadi pijakan baru bagi SDN Citrodiwangsan 02 Lumajang. Tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan podium, melainkan meningkatkan kualitas permainan, mental bertanding dan kedisiplinan para atlet.

Sebab, medali juara III hari ini seharusnya tidak menjadi tujuan akhir, tetapi menjadi alarm bahwa masih ada ruang besar untuk berkembang.

Dari lapangan sekolah, proses itu dimulai. Dari kompetisi ke kompetisi, jam terbang ditambah. Dari kekalahan, evaluasi dilakukan. Dari kemenangan, mental juara dibangun.

Dan bagi Citroda, podium Merdeka Cup II 2026 boleh dirayakan, tetapi pekerjaan membentuk generasi basket berikutnya baru saja dimulai.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60