Terkini

Diduga Provokatif, Pernyataan Kades Sidomulyo Tuai Kecaman Publik

6
×

Diduga Provokatif, Pernyataan Kades Sidomulyo Tuai Kecaman Publik

Sebarkan artikel ini
Kades Sidomulyo

BERITABANGSA.ID, JEMBER – Pernyataan Kepala Desa Sidomulyo, Kamiludin dalam acara Pawai Kirab Budaya Ancak Agung yang digelar Pemkab Jember, diduga provokatif.

Kamiludin, yang juga Ketua Apdesi Jember itu mengawali orasinya di depan publik pada acara Pawai Ancak Agung, Sabtu 22 Agustus 2026, dengan mengapresiasi langkah Bupati Jember dalam mempercepat pembangunan.

“Kami sadar di tengah efisiensi dana desa, ternyata ada sosok bupati yang telah peduli terhadap masyarakat pedesaan, dan kami meyakini pembangunan infrstruktur dan merata sebagai urat perekonomian, insyaallah dapat menjadikan Jember yang kaya dan raya,” ujar Kamiludin dalam orasinya, yang didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait, serta Pj Sekda Jember Achmad Imam Fauzi.

Kemudian Kamiludin melontarkan diksi dalam orasinya yang diduga provokatif.

“Siapa pun saja yang berani mengganggu Gus Fawait, harus berhadapan dengan Kepala Desa di Kabupaten Jember,” lanjut Kamiludin dengan berapi-api.

Koordinator Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember (FKMCJ) Jumantoro menyesalkan pernyataan Kamiludin tersebut.

“Aneh bin ajaib, seorang kepala desa berujar sampai sedemikian rupa, ada apa? Kita sebagai rakyat, mana bisa mengganggu bupati,” kata Jumantoro.

Ia menilai ada kontradiksi hebat dalam serapan anggaran yang perlu diperbaiki, mana program yang benar-benar berdampak baik bagi masyarakat dan sebaliknya.

“Bupatinya foya-foya, bikin acara (event) yang begitu megah, begitu wow seakan-akan Jember luar biasa. Kenyataannya, saat ingin melakukan pembangunan (infrastruktur) malah mau berutang. Sebagai masyarakat kita kaget. Apakah oknum Kepala desa tersebut penjilat? Seharusnya dia bela masyarakat desanya, bukan malah berapi-api membela bupati sebegitunya,” sindir Jumantoro.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Jember, M Sholeh menertawakan pernyataan Kamiludin.

“Hahaha, kok sampai segitunya pak Kades?!, yang mengganggu Bupati Jember ini siapa? Nggak ada yang mengganggu Bupati Jember, kalau yang mengkritik ada, dan itu wajar, dinamika demokrasi,” ujar Sholeh dalam video yang diunggahnya di akun facebooknya, Cak Sholeh Jbr, Minggu 23 Agustus 2026

Sholeh menegaskan bahwa kritik tidak boleh diartikan sebagai gangguan, namun kritik adalah bentuk respon publik untuk mengingatkan pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan.

“Seharusnya anda mendukung masyarakat yang mengkritik Bupati Jember. Bukan malah anda membela Bupati, karena anda dipilih oleh masyarakat menjadi kepala desa memimpin desa anda, bukan diangkat Bupati. Jadi harus bisa membedakan, mana kritik, mana gangguan? Selama ini tidak ada gangguan kepada Bupati,” lanjutnya.

Sholeh kemudian menyinggung rencana hutang Pemkab Jember Rp786 miliar yang sedang disorot publik.

“Persoalan hutang? Wajar dong rakyat mengkritik, artinya ada kekhawatiran. Jangan-jangan? Kan begitu,” pungkasnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60