BERITABANGSA.ID, MADIUN – Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, menggelar istighotsah dan doa bersama petugas serta warga binaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, tersebut diikuti sekitar 800 orang. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 – 11.45 WIB.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur Kusnali, mengatakan istighotsah dan doa bersama memiliki makna penting dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81. Menurutnya, kemerdekaan merupakan amanah yang harus disyukuri dan diisi dengan berbagai kegiatan positif.
“Kemerdekaan bukan hanya sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga amanah yang harus kita syukuri dan kita isi dengan perbuatan yang positif,” ujar Kusnali.
Ia mengajak seluruh petugas dan warga binaan menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana introspeksi sekaligus memperkuat semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kusnali secara khusus berpesan kepada warga binaan agar memanfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya. Program pembinaan di Lapas diharapkan diikuti secara sungguh-sungguh, termasuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta keterampilan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.
“Tanamkan tekad untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan bertanggung jawab,” pesannya.
Kusnali berharap melalui doa dan ikhtiar bersama, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun senantiasa diberikan keamanan dan ketertiban. Petugas juga diharapkan diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas, sementara warga binaan diberikan ketabahan serta kemudahan dalam menjalani proses pembinaan.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan HUT Kemerdekaan RI ke-81 sebagai momentum memperkuat persatuan, meningkatkan rasa cinta tanah air dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, Kalapas Pemuda Kelas IIA Madiun Rudi Kristiawan menyampaikan bahwa istighotsah dan doa bersama menjadi bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Menurut Rudi, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan meningkatkan kualitas diri.
“Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kita atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Kemerdekaan bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga menjadi momentum bagi kita untuk melakukan introspeksi dan meningkatkan kualitas diri,” kata Rudi.
Rudi mengajak petugas dan warga binaan menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon keselamatan, kesehatan, kedamaian dan keberkahan bagi bangsa dan negara.
Khusus kepada warga binaan, Rudi berharap HUT Kemerdekaan RI ke-81 dapat menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri. Masa menjalani pembinaan, kata dia, harus dimanfaatkan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, memperkuat keimanan dan mempersiapkan diri agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.
Istighotsah dan doa bersama kemudian dipimpin Gus Mamang, Pengasuh Ponpes Riatul Jannah. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiah serta pengisi acara oleh H. Sakirun/Kirun, Ketua Padepokan Seni Kirun (PadSKI), dan Abah Khadir.
Kegiatan juga diisi ramah tamah serta peresmian kandang ayam lele di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun.Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Ditjenpas Jawa Timur, jajaran Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, TNI-Polri, Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh seni, petugas serta warga binaan.


















