Terkini

Deklarasi Yakuza Maneges Malang Pasuruan Raya, Ini Pesan Khusus Wakapolri

7
×

Deklarasi Yakuza Maneges Malang Pasuruan Raya, Ini Pesan Khusus Wakapolri

Sebarkan artikel ini
Yakuza
Penyerahan Pataka Yakuza Manages Gus Thuba (tengah), Ketua Umum Yakuza Maneges, Hari Simplek (kiri) ke Ketua Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya, Imron Hamzah (kanan) (Foto: Agus Sutiyono / Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, KOTA MALANG – Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya resmi dideklarasikan. Bertajuk Humanity & Social Justice, digelar di Hotel Trio Indah 2, Kota Malang, Minggu (9/8/2026) malam.

Organisasi berbasis spiritual dan kemanusiaan ini menegaskan komitmennya untuk merangkul kelompok marjinal atau “santri jalur kiri”, sekaligus memperkuat sinergi penegakan hukum bersama kepolisian, khususnya dalam pengawalan kasus asusila.

Hadir langsung dalam deklarasi itu, Pendiri Yakuza Maneges Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, Ketua Umum Hari Simplek, serta Ketua Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya Imron Hamzah.

Dalam sambutannya, Penasihat Yakuza Maneges Mohamad Sinal, mengungkapkan bahwa nama “Yakuza” yang diusung sama sekali tidak berafiliasi dengan mafia di Jepang.

“Yakuza di sini adalah akronim dari Yang Awalnya Kotor Ujung-ujungnya Zuhud Abadi. Ini adalah rumah bagi saudara-saudara kita yang kerap dijuluki santri jalur kiri—mereka yang pernah tersesat namun memiliki tekad kembali ke jalan yang benar di bawah naungan Majelis Dzikrul Ghofilin Gus Miek,” ujar Sinal.

Dalam kesempatan tersebut, Sinal juga menyampaikan amanat penting dari Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Polisi Dedi Prasetyo, usai melakukan pertemuan resmi di Mabes Polri (30/07/2026) lalu.

Sinal mengungkapkan, Wakapolri menitipkan pesan krusial agar seluruh elemen masyarakat, termasuk Yakuza Maneges, aktif melindungi anak-anak Indonesia dari ancaman kekerasan seksual.

“Pesan beliau yang pertama, sampaikan informasi itu terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang dan lakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum, khususnya teman-teman kepolisian di daerah,” jelasnya di hadapan para pengurus.

Selain itu, penanganan setiap indikasi tindak pidana wajib mengedepankan prosedur hukum resmi di tingkat polres atau satreskrim tanpa melalui rekayasa maupun tekanan massa.

“Teman-teman di kepolisian itu memang berbeda-beda dalam penanganan sebuah laporan atau ketika ada kasus. Oleh sebab itu, teman-teman tetap wajib berkoordinasi dengan penyidik atau satreskrim di masing-masing polres,” lanjutnya.

“Pesan Pak Wakapolri tegas, sampaikan informasi ke pihak berwenang, jaga bukti jangan sampai direkayasa, lindungi saksi jangan diarahkan, dan selesaikan persoalan lewat hukum. Kita tidak boleh mundur dalam menegakkan kebenaran,” lugasnya.

Pembacaan Deklarasi Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya 2026, dipimpin oleh Ketua Tim Hukum Yakuza Maneges Moh Zaki, dan menegaskan visi dan misi utama organisasi.

“Visi Yakuza Maneges adalah untuk menjaga kaum lemah, membela yang benar, dan membenahi yang salah,” tegas pria yang akrab disapa Zacky Chong ini.

Misi Yakuza Maneges, yakni, mewujudkan kemanusiaan dan keadilan sosial, merangkul masyarakat awam, bahkan lintas agama sekalipun.

Memberikan bantuan dan pendampingan kepada setiap orang yang terzalimi, baik dalam aspek hukum maupun nonhukum, serta memberikan dukungan secara fisik, mental, dan psikis, memantau dan menindak kasus di tengah masyarakat, pejabat, bahkan ulama sekalipun. Dan menjadi organisasi nonpartisan.

“Organisasi nonpartisan ini berjanji memberikan pendampingan hukum, fisik, maupun psikis bagi masyarakat yang terzalimi tanpa memandang latar belakang,” tandasnya.

Guna menjaga integritas gerakan, Yakuza Maneges juga menerapkan kode etik ketat bagi anggotanya, termasuk larangan keras terlibat KDRT, aksi kriminal, hingga pemanfaatan atribut organisasi untuk kegiatan politik praktis atau kampanye.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60