Pendidikan

Unusa Masuk 86 Besar Dunia SDGs 3, Risma Tekankan Pentingnya Kolaborasi Kampus

5
×

Unusa Masuk 86 Besar Dunia SDGs 3, Risma Tekankan Pentingnya Kolaborasi Kampus

Sebarkan artikel ini
Unusa
Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng., dan Tri Rismaharini saat wawancara. Foto: Mwd, Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Perguruan tinggi tidak lagi cukup berperan sebagai lembaga penyelenggara pendidikan. Di tengah kompleksitas tantangan global, kampus dituntut menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan melalui penguatan pendidikan, riset, inovasi, hingga pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata.

Pesan tersebut disampaikan Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T. saat menyampaikan pidato utama dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-13 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Kamis (2/7/2026).

Menurut Risma, implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) harus diwujudkan dalam kebijakan yang konkret, bukan sekadar menjadi konsep yang berhenti di atas dokumen.

Mantan Menteri Sosial itu menegaskan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus melahirkan inovasi dan teknologi yang mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan.

Mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, hingga penguatan tata kelola pemerintahan.

“Keberhasilan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama. Perguruan tinggi menjadi salah satu aktor utama karena memiliki kekuatan pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Mantan Wali Kota Surabaya tersebut menjelaskan, komitmen terhadap SDGs harus terintegrasi dalam seluruh aktivitas perguruan tinggi.

Tidak hanya melalui kurikulum pembelajaran, tetapi juga pengembangan riset yang menjawab kebutuhan masyarakat, tata kelola kampus yang berorientasi pada keberlanjutan, serta perluasan kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat.

Menurut Risma, pendekatan kolaboratif menjadi syarat utama untuk mempercepat pencapaian target-target SDGs.

Berdasarkan pengalamannya memimpin Kota Surabaya maupun saat menjabat Menteri Sosial, berbagai persoalan pembangunan tidak pernah dapat diselesaikan secara parsial atau sektoral.

Karena itu, sinergi lintas disiplin ilmu dan lintas institusi menjadi fondasi penting agar setiap kebijakan mampu menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Risma juga memberikan apresiasi atas capaian Unusa yang terus menunjukkan peningkatan kinerja di tingkat internasional.

Salah satunya melalui hasil pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026 yang menempatkan Unusa pada posisi ke-86 dunia untuk indikator SDGs 3 atau Good Health and Wellbeing.

“Sungguh tidak mudah untuk mencapai peringkat tersebut. Saya percaya Unusa dengan jaringan rumah sakit dalam YARSIS serta kerja sama dengan pondok pesantren menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian tersebut,” katanya.

Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi Indonesia memiliki daya saing global apabila mampu membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi antara pendidikan, penelitian, inovasi, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi Risma, pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana capaian tersebut diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan, penguatan sistem kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Selain itu, ia mendorong perguruan tinggi untuk terus memperluas jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Langkah tersebut dinilai penting agar hasil riset dan inovasi yang lahir dari kampus tidak berhenti di ruang akademik, tetapi mampu dihilirisasi menjadi solusi bagi berbagai persoalan pembangunan.

Dies Natalis ke-13 Unusa tahun ini mengangkat tema “Transformasi UNUSA Menuju Kampus Berdampak dan Berkelanjutan melalui Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)”.

Tema tersebut menjadi penegasan arah transformasi Unusa dalam memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60