Pemerintahan

Tanam Perdana Tebu di Kediri, Khofifah: Swasembada Gula Tak Cukup Lewat Produksi dan Luas Lahan

17
×

Tanam Perdana Tebu di Kediri, Khofifah: Swasembada Gula Tak Cukup Lewat Produksi dan Luas Lahan

Sebarkan artikel ini
Khofifah
Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambangi kebun tebu sebelum pelaksanaan giat tanam pertama secara serentak seluruh Jatim di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Sabtu (23/5/2026).

BERITABANGSA.ID, KEDIRI – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan target swasembada gula nasional tidak cukup dicapai lewat peningkatan produksi dan perluasan lahan tebu.

Hal itu disampaikan Khofifah saat memimpin tanam perdana program bongkar ratoon tebu serentak di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Khofifah, persoalan utama sektor gula justru berada pada rantai pasca panen, terutama kepastian pasar bagi gula produksi petani.

“Bagaimana pasca penggilingan, petani tebu itu berkepastian bahwa hasil panen gulanya terserap pasar dengan harga komersial,” kata Khofifah.

Ia mengungkapkan, hambatan penyerapan gula petani pernah dipicu membanjirnya gula rafinasi ke pasar konsumsi.

Akibatnya, gula produksi petani tebu kesulitan bersaing dan distribusi gula dari Jawa Timur sempat terhambat.

“Rupanya kebanjiran gula rafinasi sehingga gula dari Jatim tidak bisa keluar Jatim. Artinya target swasembada gula konsumsi ini harus satu paket,” ujarnya.

Karena itu, Khofifah mendukung kebijakan pemerintah mengurangi impor gula rafinasi dan memperketat pengawasan distribusinya agar tidak masuk ke pasar konsumsi.

Program bongkar ratoon tebu yang digelar serentak di 11 kabupaten dan 15 titik tanam itu menjadi bagian dari target nasional pengembangan tebu tahun 2026.

Jawa Timur memperoleh target terbesar secara nasional dengan luas pengembangan mencapai 54.897 hektare di 24 kabupaten sentra tebu.

“Hari ini kita lakukan bongkar ratoon serentak di 11 kabupaten. Area terluas ada di Kabupaten Kediri sehingga dipusatkan di sini,” ujar Khofifah.

Secara nasional, Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan tebu seluas 97.970 hektare pada 2026.

Jawa Timur menjadi tumpuan utama program tersebut karena menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional.

Data Pemprov Jatim mencatat produksi gula kristal putih Jawa Timur pada 2025 mencapai 1,34 juta ton atau tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Khofifah menyebut capaian itu menjadi modal penting untuk mengejar target swasembada gula konsumsi tahun ini dan swasembada gula industri pada tahun berikutnya.

Sementara itu, Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menyebut Jawa Timur memiliki produktivitas pertanian yang kuat, termasuk pada sektor gula.

“Kediri punya prestasi besar. Mari kita dorong agar target swasembada gula bisa terwujud,” kata Ali.

Direktur Utama Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi menambahkan, program bongkar ratoon menjadi salah satu strategi meningkatkan produksi dan produktivitas gula nasional.

“Ini adalah ikhtiar bersama agar target swasembada gula tahun 2026 bisa tercapai,” pungkas Mahmudi.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60