BERITABANGSA.ID, JOMBANG – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Jombang menyalurkan 189 unit alat semprot (sprayer) kepada 11 kelompok tani (Poktan). Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini untuk memperkuat produktivitas pertanian dan menopang agenda ketahanan pangan di tingkat daerah.
Penyaluran alat dan mesin pertanian tersebut menyasar kebutuhan mendasar petani dalam perawatan tanaman. Ketersediaan sprayer dinilai krusial untuk mengendalikan hama dan penyakit, sekaligus menekan biaya operasional yang selama ini membebani petani.
Pimpinan Cabang BRI Jombang, Boedhi Winaryo, mengatakan bantuan itu bukan sekadar dukungan sesaat, melainkan investasi jangka panjang bagi kelompok tani. “Alat ini kami titip untuk dirawat. Harapannya bisa mendukung kinerja petani, panen meningkat, dan hasilnya lebih baik,” ujarnya.
BRI, kata dia, juga mendorong petani mulai memanfaatkan layanan keuangan formal. Menurut Boedhi, hasil penjualan panen sebaiknya disimpan melalui sistem perbankan untuk meningkatkan keamanan sekaligus membuka akses pembiayaan.
Ia menambahkan, transformasi transaksi dari tunai ke non-tunai menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan petani. “Petani bisa mulai menggunakan kartu atau aplikasi BRImo untuk kemudahan transaksi,” kata dia.
Dalam sesi dialog, suasana sempat mencair ketika salah satu perwakilan kelompok tani menanyakan kemungkinan akses pinjaman modal. Menanggapi hal itu, Boedhi memastikan BRI memiliki skema pembiayaan mikro yang dapat dimanfaatkan petani.
Saat ini, BRI Jombang didukung 27 unit layanan yang tersebar di berbagai kecamatan, antara lain di Mojoagung, Gudo, Blimbing, hingga Bandarkedungmulyo. Jaringan tersebut diharapkan mempermudah petani dalam mengakses layanan keuangan tanpa harus menempuh jarak jauh.
“Melalui bantuan alsintan dan penguatan akses keuangan ini, BRI berupaya membangun ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari pengelolaan hasil dan permodalan, sehingga petani memiliki daya tahan lebih kuat dalam menghadapi dinamika sektor pertanian,” pungkasnya.


















