Terkini

Akses Jalan Terputus, Warga Gondoruso Gotong Royong Bersihkan Material Banjir Lahar Dingin Semeru

15
×

Akses Jalan Terputus, Warga Gondoruso Gotong Royong Bersihkan Material Banjir Lahar Dingin Semeru

Sebarkan artikel ini
Gondoruso
Suasana kegiatan kerja bhakti dan terlihat jembatan yang jebol diterjang banjir

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Akibat jebolnya tanggul di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Rabu (5011/2025), akses jalan utama di wilayah tersebut terputus. Material lumpur dan bebatuan yang terbawa banjir lahar dingin Gunung Semeru menutup sebagian besar ruas jalan desa, membuat warga kesulitan beraktivitas.

Sejak pagi, warga bersama aparat Polsek Pasirian, Koramil Pasirian, serta para relawan bencana bergotong- royong membersihkan material yang menumpuk di badan jalan. Dengan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, dan ember, mereka berusaha membuka kembali jalur yang terputus akibat luapan air dari jebolnya tanggul tersebut.

“Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan pentingnya gotong royong. Kami ingin jalan ini bisa segera dilalui seperti biasa,” ujar Kepala Desa Gondoruso, Parman, saat ditemui di lokasi, Kamis (6/11/2025).

Ia mengaku, semangat warga cukup tinggi meski kondisi medan berat. Lumpur tebal dan aliran air dari sungai Regoyo masih mengalir deras di beberapa titik.

“Kami kerja sama dengan aparat dan relawan. Walaupun pakai alat sederhana, yang penting jalan ini cepat terbuka. Kalau menunggu alat berat, warga akan kesulitan keluar masuk desa,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, jembatan di sebelah selatan tanggul juga mengalami kerusakan cukup parah akibat diterjang derasnya banjir lahar dingin. Meskipun demikian, sebagian warga masih nekat melintas menggunakan kendaraan roda dua, meski air masih mengalir deras di bawahnya.

Salah satu warga, Affan, mengatakan aktivitas warga sangat terganggu karena akses utama menuju pusat desa tertutup material.

“Biasanya kami bisa lewat ke pasar hanya 10 menit, sekarang bisa setengah jam lebih karena harus mutar jauh,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu relawan bencana asal Pasirian, Toyib, menyebut semangat gotong royong warga Gondoruso patut diapresiasi. Menurutnya, kerja sama antara masyarakat, aparat, dan relawan adalah kunci utama dalam penanganan awal bencana sebelum bantuan besar datang.

“Kami dari relawan datang untuk bantu semampunya. Kondisi di sini memang cukup berat, tapi warga luar biasa tangguh. Mereka tidak menunggu, langsung bergerak membersihkan jalan,” ujar Toyib kepada wartawan.

Ia menambahkan, pihaknya juga membantu menyalurkan bantuan logistik ringan seperti air minum dan makanan siap saji bagi warga yang terdampak.

Sementara aparat bersama relawan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan tanggul untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Cuaca yang masih sering turun hujan membuat warga diminta tetap waspada.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan keselamatan warga. Perbaikan jembatan dan tanggul akan kami koordinasikan dengan pihak terkait,” kata Anggota Koramil Pasirian, yang turut membantu warga di lokasi.

Kegiatan gotong -royong ini menjadi bukti nyata solidaritas warga Desa Gondoruso dalam menghadapi bencana. Meski dengan keterbatasan alat, semangat kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama untuk bangkit dari dampak bencana alam di lereng Semeru tersebut.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60