BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Polemik dugaan gudang pengolahan limbah berbahaya di Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro kembali disorot warga.
Warga mempertanyakan aksi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro yang tak segera mengambil sempel dari gudang itu, meski kini dalam proses pengosongan, Minggu (4/10/2025).
Sebelumnya, Sabtu (27/9/2025), warga Desa Kunci sempat melakukan aksi protes ke gudang tempat asal bau menyengat yang meresahkan. Setelah adanya musyawarah di balai desa, disepakati bahwa aktivitas gudang dihentikan, dan hanya boleh pembersihan.
Salah satu warga Desa Kunci mengatakan, dari kesepakatan musyawarah pemilik gudang diberi waktu 14 hari untuk membersihkan seluruh material, sementara pihak kecamatan berjanji akan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Meski telah ada kesepakatan warga untuk mendesak DLH Kabupaten Bojonegoro yang tidak turun langsung mengambil sampel guna membuktikan limbah itu tak akan merugikan warga.
“Yang dipikirkan warga itu dampak limbah yang ditinggalkan, apakah masih berbahaya atau tidak? Kenapa DLH tidak segera ngecek lokasi dan periksa olahan tersebut apakah limbah itu aman atau tidak bagi masyarakat kecil? Kami juga belum ada penjelasan dari kepala desa atau pihak Dinas, apakah gudang itu benar-benar sudah steril,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua RT setempat Hariyanto, sejak awal dia tidak pernah dapat laporan kegiatan itu dan lingkungan tidak mengetahui pendirian gudang pengolahan limbah.
“Kalau memang olahan atau aktivitas dalam gudang itu tidak berbahaya, kenapa aktivitasnya tertutup? Kami sebagai RT wajib tahu kondisi lingkungan saya. Justru karena tertutup itu kami semakin curiga kalau aktivitas di dalamnya adalah pengolahan limbah berbahaya,” pungkas Ketua RT.
Dia berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga DLH Bojonegoro segera memberi kejelasan hukum dan teknis terkait aktivitas gudang tersebut. Mereka mendesak agar DLH mengambil sampel limbah untuk dilakukan uji laboratorium secara transparan.
Dan dia menilai pemerintah harus hadir untuk memastikan gudang di Desa Kunci tidak melanggar aturan dan tidak membahayakan kesehatan maupun lingkungan sekitar.
“Kami hanya ingin tenang. Semoga DLH segera melakukan uji laboratorium agar masyarakat tahu kondisi yang sebenarnya,” tutup Ketua RT.
Sampai berita ini ditayangkan pihak DLH masih belum memberikan tanggapan.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















