Pendidikan

Unusa Jadi Tuan Rumah RMO 2025 Wilayah 4

31
×

Unusa Jadi Tuan Rumah RMO 2025 Wilayah 4

Sebarkan artikel ini
RMO

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Olimpiade Kedokteran (Regional Medical Olympiad/RMO) kembali digelar sebagai ajang bergengsi bagi mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia.

Kompetisi ilmiah dan keterampilan medis terbesar yang menjadi agenda tahunan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) wilayah ini tahun 2025 dipercayakan kepada Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) sebagai tuan rumah penyelenggara.

RMO 2025 wilayah 4 berlangsung selama lima hari, mulai 1 – 5 Oktober. Ketua pelaksana, Nedinda Najhma, menyampaikan bahwa tahun ini jumlah peserta mencapai 244 mahasiswa yang terbagi dalam 122 kelompok.

Mereka berasal dari 26 perguruan tinggi anggota ISMKI wilayah 4, mencakup universitas di Makassar, Palu, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Mataram, Maluku, hingga Papua.

Pembukaan kompetisi ditandai dengan acara Welcoming Party di Ballroom Grand Empire Palace. Selanjutnya, rangkaian lomba terdiri dari babak penyisihan, semifinal, hingga final yang digelar pada hari terakhir.

Selain kompetisi utama, kegiatan juga dirangkaikan dengan seminar dan talkshow tematik.

Seminar menghadirkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, dr. Muhammad Shoifi, Sp.OT(K), dengan tema “Kondisi Terkini dan Tantangan Dokter Indonesia Masa Depan” pada Kamis (2/10).

Sementara itu, talkshow kesehatan remaja akan berlangsung di hari ketiga kompetisi.

Rektor Unusa, Prof. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menegaskan bahwa olimpiade ini tidak hanya menjadi arena akademik, tetapi juga wadah pembentukan integritas dan nilai profesionalitas.

Ia menekankan bahwa inti profesi dokter bukan semata kecakapan ilmu, melainkan juga karakter dan moralitas.

“Olimpiade ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk membangun semangat ilmiah, menumbuhkan nilai integritas dan sportivitas, serta memperluas jejaring yang tak ternilai. Di tengah perkembangan ilmu kedokteran yang begitu cepat, para mahasiswa dituntut untuk mampu beradaptasi, melatih kemampuan berpikir kritis, dan mengembangkan diri secara menyeluruh. RMO menjadi salah satu jalannya,” ujarnya.

Lebih jauh, Prof. Jazidie menekankan bahwa perolehan medali bukan tujuan utama dari RMO.

Menurutnya, kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan dokter muda yang cerdas, tangguh secara moral, dan mampu menjadi agen perubahan dalam sistem kesehatan, baik di Indonesia maupun di tingkat global.

“Momentum ini menjadi bukti kesiapan kita untuk bersaing di dunia pendidikan kedokteran, baik regional maupun internasional. Sekaligus menunjukkan kesiapan Unusa untuk berperan aktif dalam pengembangan ilmu kedokteran serta meningkatkan mutu kegiatan serupa di masa mendatang,” tutupnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60