Keagamaan

Thoriqoh At-Tijaniyah Kuatkan Silaturahmi dan Persatuan Umat di Bangkalan

34
×

Thoriqoh At-Tijaniyah Kuatkan Silaturahmi dan Persatuan Umat di Bangkalan

Sebarkan artikel ini
Thoriqoh At-Tijaniyah
Suasana saat pengajian Selasa akhir bulan. (Foto: Mwd, Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Ribuan jemaah Thoriqoh At-Tijaniyah memadati Masjid Ar Raudhah Kemarong, Desa Janteh, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Selasa (19/8/2025).

Kegiatan ini merupakan pengajian rutin Selasa akhir bulan yang selalu menjadi ajang silaturahmi dan penguatan spiritual bagi para pengikut thoriqoh.

Ketua Panitia, Ustaz Doktor Kiai Haji Nur Fauzi Palestine, menjelaskan pengajian kali ini berlangsung istimewa karena dihadiri ulama besar asal Maroko, Syekh Walijauni.

Kehadiran Syekh Walijauni menjadi magnet tersendiri sehingga animo masyarakat meningkat jauh di luar perkiraan.

“Alhamdulillah, para muqoddam, ikhwan, dan muhibbin Thoriqoh At-Tijaniyah bisa berkumpul bersama dalam pengajian rutin bulanan. Semoga kegiatan spesial ini membawa berkah, tidak hanya untuk masyarakat Bangkalan, tetapi juga Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya, apalagi bertepatan dengan momentum HUT Kemerdekaan Indonesia ke- 80,” ungkap Ustaz Fauzi.

Rangkaian acara dimulai dengan salat berjamaah, dilanjutkan dzikir berupa istighfar, kalimat tauhid, dan selawat Nabi, serta tausiyah dari para muqoddam.

Kegiatan pengajian ini dilaksanakan secara bergilir di berbagai daerah, dengan tujuan mempererat ukhuwah di antara jemaah Thoriqoh At-Tijaniyah.

“Bulan ini kami dipercaya sebagai tuan rumah. Alhamdulillah, banyak jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur yang hadir,” tambahnya.

Ustaz Fauzi menekankan pentingnya mengamalkan thoriqoh tidak hanya secara individu, melainkan juga memperkuat solidaritas, persahabatan, dan persatuan bangsa.

KH Mas Nauval Baseban (baju putih) dan Ustaz Doktor Kiai Haji Nur Fauzi Palestine, saat wawancara. (Foto: Mwd, Beritabangsa.id).

“Kami berharap pengajian rutin seperti ini dapat memperkokoh persatuan, mempererat tali silaturahmi, serta menjadi doa bersama demi keberkahan bangsa, khususnya Jawa Timur,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu muqoddam dari Surabaya, KH Mas Nauval Baseban, cucu dari Syekh Umar Baidawi, menjelaskan terkait thoriqoh At-Tijaniyah.

Toriqph ini didirikan oleh ulama besar, Sayyidi Syekh Ahmad bin Muhammad At-Tijani RA, dari Aljazair.

Dalam praktiknya, jemaah thoriqoh diwajibkan mengamalkan tiga jenis wirid utama yang bersumber dari Rasulullah SAW melalui Syekh Ahmad At-Tijani.

Pertama, wirid Lazimah yang dibaca pagi dan sore setiap hari dengan bacaan istighfar 100 kali, selawat 100 kali, dan kalimat tauhid 100 kali.

Kedua, wirid Wadhifah yang dilakukan sekali dalam sehari dengan bacaan istighfar Qoyyum 30 kali, selawat Fatih 50 kali, kalimat tauhid 100 kali, dan selawat Jauharotul Kamal 12 kali.

Ketiga, wirid Hailalah yang dibaca setiap Jumat selepas salat Asar dengan melafalkan kalimat tauhid sebanyak 1.000 kali.

“Amalan-amalan ini bukan hanya untuk jemaah Thoriqoh At-Tijaniyah, tetapi juga dapat diikuti para muhibbin yang ingin merasakan keberkahan dzikir dan silaturahmi. Insyaallah tidak ada maksud untuk memecah belah umat, justru ini menjadi perekat persatuan,” jelas KH Mas Nauval.

Ia menambahkan, pengajian rutin Selasa akhir bulan ini diharapkan terus menjadi wadah silaturahmi, memperkuat spiritualitas umat, sekaligus doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60