Pendidikan

Unair Tekankan Riset dan Etika di Pascasarjana

13
×

Unair Tekankan Riset dan Etika di Pascasarjana

Sebarkan artikel ini
Unair

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak pemimpin masa depan melalui pengukuhan 1.433 mahasiswa baru program pascasarjana yang digelar di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Unair.

Para mahasiswa tersebut berasal dari berbagai program pendidikan, mulai dari doktor, sub-spesialis, magister, spesialis, hingga profesi.

Dalam pidato pengukuhan, Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menyampaikan pesan inspiratif yang menggugah para peserta untuk bertransformasi menjadi aktor utama perubahan.

Ia menegaskan bahwa jenjang pascasarjana bukanlah sekadar kelanjutan pendidikan, melainkan ruang transformatif untuk menjadi produsen ilmu pengetahuan.

“Ini bukan sekadar lanjutan studi. Di tingkat pascasarjana, Anda harus menjadi produsen ilmu, bukan lagi sekadar penikmat,” ujar Prof Madyan.

Dari total mahasiswa yang dikukuhkan, tercatat 763 berasal dari program magister, 246 doktor, 313 spesialis, 68 profesi, dan 43 sub-spesialis. Mayoritas dari mereka merupakan perempuan, dengan proporsi mencapai 62 persen.

Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, menandakan kekayaan keberagaman yang mewarnai dinamika akademik Unair.

Menariknya, dua mahasiswa asal Palestina turut bergabung sebagai peserta program spesialis Fakultas Kedokteran.

Rektor Unair Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin (tengah), saat wawancara. Foto: Mwd.

Mereka menjadi bagian dari total 24 mahasiswa internasional yang diterima, 13 di antaranya memperoleh Airlangga Development Scholarship (ADS), bentuk nyata dari komitmen Unair dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi negara berkembang.

Tak hanya itu, Unair juga mengukuhkan tiga mahasiswa penyandang disabilitas, mencerminkan tekad institusi dalam menghidupkan nilai-nilai inklusivitas secara konkret.

Prof Madyan menegaskan bahwa keberagaman peserta kali ini menjadi kekuatan yang memperkaya lingkungan akademik Unair.

“Bukan hanya jumlah yang kami rayakan, tapi keberagaman semangat, kapasitas, dan harapan. Anda semua adalah agen perubahan,” ujarnya penuh semangat.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Madyan menekankan bahwa pendidikan pascasarjana di Unair diarahkan untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

Riset tidak hanya menjadi aktivitas ilmiah, tetapi juga dituntut melahirkan inovasi aplikatif.

Dengan menjunjung tinggi prinsip “Excellence with Morality” dan nilai-nilai “Unair Hebat”, rektor menekankan pentingnya kejujuran, keberanian, dan kerendahan hati dalam setiap langkah akademik. Baginya, kualitas intelektual tanpa moralitas hanya akan menghasilkan kekosongan makna.

“Kami tidak ingin mencetak lulusan hebat tanpa moral. Kejujuran, keberanian, dan kerendahan hati adalah nilai utama kami,” tegasnya.

Unair kini menatap masa depan dengan semangat yang kokoh. Ditenagai oleh intelektual-intelektual muda dari berbagai penjuru negeri dan mancanegara, kampus ini bersiap melahirkan solusi atas berbagai tantangan masyarakat melalui pendidikan tinggi yang inklusif, progresif, dan beretika.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60