BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) kembali meneguhkan posisinya sebagai institusi unggulan dalam bidang akademik nasional.
Sebanyak enam guru besar baru resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi akademik di Aula Garuda Mukti, Gedung Kantor Manajemen Kampus MERR-C Universitas Airlangga, Rabu (28/5/ 2025).
Keenam akademisi yang menerima pengukuhan tersebut adalah Nuri Herachwati, Tri Haryanto, Deni Kusumawardani, Gancar Candra Premananto, Fitri Ismiyant, dan Heru Tjaraka.
Mereka merupakan sosok-sosok yang telah membaktikan diri secara konsisten dalam pengembangan keilmuan ekonomi, riset unggulan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Rektor Universitas Airlangga, Profesor Doktor Mohammad Nasih MT, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia menegaskan bahwa keberadaan para guru besar menjadi pilar utama dalam memperkuat reputasi akademik fakultas dan universitas.
“Kontribusi terbesar dalam pengembangan akademik dan reputasi institusi banyak datang dari aktivitas riset para guru besar. Dari riset yang terus berkembang, kita dapat mendorong inovasi dan penguatan kapasitas institusi,” ungkap M Nasih.
Ia menekankan bahwa hasil riset tidak semestinya berhenti pada publikasi semata.
Sebaliknya, riset harus menjadi jembatan untuk memperbaharui pengetahuan dan memperkaya materi pembelajaran.
“Apa yang diajarkan kepada mahasiswa harus selalu yang terbaru, berasal dari riset-riset terkini serta kasus-kasus aktual yang ditangani. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih relevan, berkualitas, dan menghasilkan lulusan yang kompeten,” jelasnya.
Dalam konteks yang lebih luas, Nasih juga menyinggung tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjawab tantangan kebangsaan.
Salah satu isu strategis yang menjadi perhatiannya adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketahanan pangan.
Ia menyatakan bahwa ketahanan pangan memiliki kedudukan yang sangat vital, bahkan bernilai ibadah.
“Memberi makan kepada orang yang kelaparan adalah ibadah yang sangat mulia. Maka dari itu, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan bagian dari misi besar kita bersama,” tuturnya.
Lebih jauh, Rektor Unair menyoroti pentingnya integrasi aspek lingkungan dalam pembangunan ekonomi.
Menurutnya, implementasi konsep green economy dan green ecology harus menjadi bagian dari desain besar kebijakan ekonomi dan riset keilmuan.
“Jika lingkungan rusak, produktivitas pangan juga akan terganggu. Oleh karena itu, menjaga keberlanjutan lingkungan adalah upaya strategis dalam memastikan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
M Nasih menyebut, pengukuhan enam guru besar ini tidak hanya menjadi momentum perayaan capaian personal, tetapi juga refleksi atas tanggung jawab akademik dalam mewujudkan kemajuan bangsa.
Ia menambahkan, melalui penguatan riset, relevansi pembelajaran, dan kepedulian terhadap isu strategis nasional, FEB Unair menunjukkan komitmennya untuk terus berada di garda depan dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















