BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro melaksanakan bhakti sosial (Baksos) berupa droping (penyaluran) air bersih sebanyak 24.000 liter kepada masyarakat di Dusun Ngrandu, Desa Ngrandu, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Baksos ini dilaksanakan sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar air bersih bagi warga yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Ngrandu, Abdul Rozak, memberikan apresiasi serta menyampaikan terima kasih kepada jajaran Lapas Kelas IIA Bojonegoro atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakatnya.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Lapas Kelas IIA Bojonegoro atas bantuan air bersih yang telah diberikan kepada warga Desa Ngrandu, khususnya masyarakat Dusun Ngrandu yang sedang mengalami kesulitan air akibat kekeringan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami dan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini membawa keberkahan dan dapat terus berlanjut,” ungkap Abdul Rozak.
Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, menyampaikan bahwa kegiatan bhakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap kondisi dan kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Bhakti sosial berupa penyaluran bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air akibat kekeringan. Kegiatan ini juga menjadi implementasi dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin ke-13 tentang bhakti sosial kepada masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan membantu meringankan kesulitan warga,” ujar Hari Winarca, Jumat (23/10/2026).
Adanya penyaluran air bersih ini dapat mencerminkan komitmen Lapas Kelas IIA Bojonegoro untuk terus hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pembinaan warga binaan, tetapi juga berupaya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat,” ujarnya.
Lapas Kelas IIA Bojonegoro berharap semangat kepedulian, gotong royong, dan solidaritas sosial dapat terus tumbuh. Tidak hanya itu, ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang semakin dekat, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat.















