Pendidikan

Mahasiswa PPDS Obgyn Unusa Raih Peserta Terbaik BSS I Regional 2026

1
×

Mahasiswa PPDS Obgyn Unusa Raih Peserta Terbaik BSS I Regional 2026

Sebarkan artikel ini
PPDS Obgyn Unusa

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), dr. Ardita Faradhika Hidayati, meraih predikat peserta terbaik pertama dalam Pelatihan Basic Surgical Skills (BSS) I Regional Periode 2 Tahun 2026.

Pelatihan yang diselenggarakan Komisi Pelatihan Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia (KOGI) bersama Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) itu diikuti 46 peserta dari berbagai institusi penyelenggara PPDS Obgyn, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Predikat tersebut diraih setelah Ardita mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari. Capaian ini menjadi pengakuan atas kemampuan dan ketekunannya dalam menguasai keterampilan bedah dasar yang menjadi bagian penting dari pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi.

Ardita merupakan alumni Fakultas Kedokteran Unusa angkatan 2015. Saat ini, ia menempuh pendidikan PPDS Obgyn di Unusa bersama empat peserta lainnya sebagai bagian dari angkatan pertama program tersebut.

Selain PPDS Obgyn, pada tahun ini Unusa juga dipercaya menerima peserta PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi atau spesialis paru.

Pelatihan BSS I merupakan program terstruktur yang diselenggarakan KOGI sejak 2009 untuk mendukung standardisasi keterampilan bedah dasar bagi calon dokter spesialis Obgyn di Indonesia.

Program ini menggunakan modul berbasis kompetensi yang mencakup buku acuan, buku pelatih, dan buku peserta sebagai pedoman pembelajaran serta penilaian.

Bagi peserta PPDS-1 Obgyn, pelatihan BSS I juga menjadi salah satu persyaratan untuk mengikuti ujian nasional.

Karena itu, penguasaan materi dalam pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi calon dokter spesialis.

Materi pelatihan mencakup berbagai keterampilan dasar yang dibutuhkan dalam praktik bedah Obstetri dan Ginekologi.

Peserta mempelajari pencegahan infeksi, penggunaan instrumen bedah, pemilihan dan penggunaan benang serta jarum, teknik simpul, insisi, penjahitan, hemostasis, dan diseksi.

Selain itu, peserta memperoleh materi mengenai episiotomi, penjahitan ruptur perineum, hingga penggunaan elektrosurgery.

Seluruh keterampilan tersebut ditujukan untuk membekali calon dokter spesialis agar memahami prinsip dan prosedur bedah dasar sekaligus mampu mendemonstrasikannya sesuai standar kompetensi yang ditetapkan.

Dekan FK Unusa, Prof. Budi Santoso, mengatakan prestasi Ardita menjadi kebanggaan bagi universitas, khususnya Program Studi PPDS Obgyn.

Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan pentingnya pendidikan klinis yang menempatkan penguasaan kompetensi, kedisiplinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan sebagai prioritas.

Sementara itu, Ketua Program Studi PPDS Obgyn Unusa, Dr. Hermanto, menegaskan komitmen Unusa untuk terus mengembangkan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kompetensi dan mutu layanan kesehatan.

Ia berharap prestasi mahasiswa dalam pelatihan profesional seperti BSS I dapat memotivasi peserta didik lainnya untuk meningkatkan kemampuan dan memperkuat profesionalisme.

Dengan demikian, calon dokter spesialis diharapkan semakin siap memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60