Pendidikan

Tim Ekspedisi Patriot ITS Siapkan Cold Storage hingga PLTSa di Batam

2
×

Tim Ekspedisi Patriot ITS Siapkan Cold Storage hingga PLTSa di Batam

Sebarkan artikel ini
ITS
Rancangan sistem Thermal Incinerator atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk menanggulangi sampah di Tanjung Banun, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Volume itu dinilai sesuai untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) skala mikro yang dapat memasok kebutuhan listrik fasilitas publik dan pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

“Incinerator itu dapat menekan volume sampah sekaligus menghasilkan tenaga listrik,” kata Hendro, dosen Departemen Teknik Mesin Industri ITS.

Di sektor sanitasi, tim merancang instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berbasis biofilter untuk mengolah limbah domestik rumah tangga.

Sistem ini menggabungkan dua proses biologis, yakni anaerob tanpa oksigen dan aerob dengan oksigen. Tim juga menyiapkan model bisnis pemeliharaan IPAL agar pengoperasiannya dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Kelima teknologi tersebut disusun dalam empat klaster yang saling terhubung, yaitu energi terbarukan, rantai dingin dan peningkatan nilai tambah perikanan, pengelolaan lingkungan, serta kelembagaan dan pembiayaan.

Pendekatan ini dirancang agar inovasi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Untuk tahap implementasi setelah program Ekspedisi Patriot, Hendro menyebut tim telah menyiapkan peta jalan penerapan teknologi secara bertahap.

Pada tahap awal, tim memprioritaskan proyek percontohan thermal incinerator dan cold storage komunal. Rencana tersebut disertai pembentukan atau penguatan koperasi nelayan sebagai pengelola serta pelatihan operasional dasar bagi warga.

Dalam jangka menengah, pengembangan akan diarahkan pada pembangunan solar farm dan IPAL, disertai perluasan layanan teknologi tepat guna ke seluruh blok permukiman.

Tim juga merencanakan integrasi inovasi tersebut ke dalam rencana pengembangan Rempang Eco City sebagai proyek kawasan ekonomi di Batam.

Adapun dalam jangka panjang, TEP ITS menargetkan replikasi model teknologi tepat guna ke kawasan transmigrasi pesisir lain yang memiliki karakteristik serupa.

Pengembangan inkubasi usaha juga menjadi bagian dari rencana untuk memperkuat keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Rencana replikasi model TTG ke kawasan transmigrasi di wilayah pesisir serupa lainnya, serta pengembangan inkubasi usaha menjadi salah satu target jangka panjang kami,” ujar Hendro mewakili tim.

Pengembangan teknologi oleh TEP 25 ITS 2026 tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pengolahan limbah domestik melalui IPAL berkaitan dengan SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi layak. Sementara itu, pengembangan PLTS dan PLTSa mendukung SDG 7 mengenai energi bersih dan terjangkau.

Inisiatif tersebut juga berkaitan dengan SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, serta SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60