Terkini

Proyek JIAT BBWS VIII Sumsel di Ogan Ilir Dikeluhkan Petani, Ini Tanggapan BBWSS VIII

1
×

Proyek JIAT BBWS VIII Sumsel di Ogan Ilir Dikeluhkan Petani, Ini Tanggapan BBWSS VIII

Sebarkan artikel ini
JIAT BBWS

BERITABANGSA.ID, INDRALAYA – Proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWSS) di Ogan Ilir dikeluhkan petani.

Di saat musim kemarau petani menjerit kesulitan tanam padi, bantuan irigasi yang dijanjikan diklaim hanya jadi pajangan.

Hal itu diungkapkan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Hijau di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya.

“Pada saat musim kemarau ini, petani mengalami kesulitan tanam padi. Memang ada bantuan JIAT, tapi tidak optimal. Dalam perencanaan, satu lokasi JIAT bisa mengairi 5 sampai 10 hektare sawah. Tapi kenyataan di lapangan jangankan 5 hektare, 1 hektare pun sulit,” ujar Mahmud, petani setempat, Selasa (6/10/2026).

Pipa distribusi yang baru dipasang banyak yang bocor, air tidak sampai ke petak sawah.

Akibatnya, petani terpaksa merogoh kocek pribadi jutaan rupiah untuk membuat sumur bor sendiri demi menyelamatkan sawahnya.

“Pipa distribusi banyak yang bocor. Saya buat sumur bor dengan dana pribadi untuk pengairan sawah,” ujar Mahmud.

Humas Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Nando di kantornya Rabu, 7/10 menjelaskan proyek JIAT di Ogan Ilir diakui mengalami kerusan panel.

Kata dia, kronologisnya panel VSD SS3 rusak pada 05 September 2026, saat petani sedang menyalakan pompa dengan menekan tombol di panel VSD saat itulah terdengar suara ledakan.

Lalu pada 10 September 2026 mekanik pompa dari Jakarta ke lokasi dan dilakukan pengecekan ditemukan adanya komponen VSD yang terbakar, sehingga dilakukan tindakan penggantian unit baru.

Indikasi kerusakan ini dikarenakan tegangan supply daya PLN di bawah batas toleransi.

“Hal ini sudah kita sampaikan ke pihak PLN. Tegangan yang didapat dari hasil ukur lapangan berkisar di angka 193 s d 204 V. Tegangan minimal seharusnya di 220 V,” akunya.

Penggantian unit baru komponen VSD yang terbakar akan dilakukan pada 09 Oktober 2026 mengingat alat dan mekaniknya dari Jakarta.

Nando menambahkan mengenai pendistribusian pipa yang bocor tersebut kebanyakan yang di area sambungan pipa. Kondisi saat ini sudah selesai diperbaiki & air sudah mengalir sampai ke sawah melalui box yang sudah disediakan.

Kemungkinan karena pada saat dulu pemasangan pipa, tanah dalam kondisi basah di musim hujan dan tanah dalam kondisi memuai jenuh air. Pada saat musim kering saat ini tanah mengalami penyusutan dan retak yang terindikasi menyebabkan tarikan pada beberapa sambungan pipa sehingga bocor di beberapa titik sambungan pipa.

Kondisi saat ini sudah selesai diperbaiki dan air sudah mengalir sampai ke sawah melalui box bagi – box bagi yang sudah disediakan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60