Pelatihan pengolahan telur asin, yoghurt, dan abon menjadi salah satu bentuk inovasi yang diberikan FKH UNAIR dalam kegiatan tersebut. Yeni berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada tahap pelatihan, melainkan dapat berkembang menjadi usaha produktif.
“Mandiri di rumah tangga, jika itu sudah terpenuhi, maka ekonomi daerah juga akan meningkat. Tidak hanya UMKM, nantinya bisa jadi perekonomian yang besar,” ungkapnya.
Program pengabdian masyarakat tersebut dirancang berlangsung selama dua tahun. FKH UNAIR akan melakukan monitoring secara berkala untuk melihat perkembangan kegiatan sekaligus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi peternakan yang ada di Desa Abar Abir.
Yeni mengatakan masyarakat Desa Abar Abir banyak memelihara sapi dan kambing. Karena itu, pendampingan ke depan tidak hanya berkaitan dengan pengolahan hasil ternak, tetapi juga berbagai tantangan yang berkaitan dengan potensi peternakan masyarakat.
“Pengmas ini akan berlangsung selama dua tahun, akan kami monitoring secara berkala. Tidak berhenti di situ, di sini masyarakat kebanyakan memelihara sapi dan kambing, kami akan bantu untuk berbagai tantangan yang ada tersebut,” jelasnya.
FKH UNAIR juga membuka peluang kolaborasi dengan disiplin ilmu lain untuk mengembangkan potensi Desa Abar Abir secara lebih luas. Pendekatan lintas bidang tersebut diarahkan untuk mendukung keberlanjutan program dan mendorong terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat.
“Ada target keberlanjutan yaitu dampak kemandirian ekonomi yang nantinya bisa dirasakan masyarakat,” ujar Yeni.
Kepala Desa Abar Abir, Farich Masruri, menyambut baik kehadiran FKH UNAIR di wilayahnya. Menurut dia, transfer pengetahuan dan keterampilan mengenai pengolahan hasil ternak dapat membuka peluang baru bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki desa.
“Selamat datang di Desa Abar Abir. Semoga menjadi keberkahan dan kebermanfaatan,” ungkapnya.
Farich juga menyampaikan apresiasi atas niat FKH UNAIR berbagi pengetahuan dengan warga. Ia berharap materi yang diberikan dapat diterapkan secara langsung sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan masyarakat.
“Terima kasih atas niat baik dan ilmu terkait dengan pengolahan ternak. Semoga ilmu yang nanti disajikan mampu diaplikasikan oleh para warga yang ada di sini,” katanya.
Pengabdian FKH UNAIR di Desa Abar Abir menjadi bagian dari perluasan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sebelumnya telah dilakukan di Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan.
Di Gresik, program tersebut diarahkan melalui pelatihan, pendampingan, serta peluang kolaborasi lintas bidang dengan memanfaatkan potensi hasil ternak yang dimiliki masyarakat.















