Olah Raga

Cuaca Ekstrem Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Dihentikan, Dampak Ekonomi Capai Rp74,78 Miliar

1
×

Cuaca Ekstrem Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Dihentikan, Dampak Ekonomi Capai Rp74,78 Miliar

Sebarkan artikel ini
Isoplus Marathon

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang digelar di area Balai Kota Surabaya diikuti hampir 11.000 pelari dari berbagai daerah hingga mancanegara. Namun, perlombaan harus dihentikan setelah kondisi cuaca menunjukkan peningkatan suhu ekstrem yang dinilai membahayakan keselamatan peserta.

Ajang yang digelar merek minuman isotonik produksi WINGS Food, ISOPLUS, itu menghadirkan lima kategori lomba, yakni Full Marathon 42,195K, Half Marathon 21K, 10K, 5K, dan Kids Dash.

Partisipasi peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang mencatat sekitar 9.000 pelari. Dari total peserta tahun ini, 61,11 persen berasal dari Surabaya, sedangkan 38,89 persen merupakan pelari dari luar kota. Komposisi peserta berdasarkan jenis kelamin terdiri atas 61,35 persen laki-laki dan 38,65 persen perempuan.

Kehadiran pelari dari luar Surabaya turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi kota. Berdasarkan kajian Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (LPEP FEB Unair), Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 menghasilkan perputaran aktivitas ekonomi sebesar Rp74,78 miliar.

Nilai tersebut berasal dari pengeluaran peserta dan panitia untuk berbagai kebutuhan, antara lain akomodasi, transportasi, konsumsi, serta operasional.

Aktivitas awal tersebut kemudian berkembang melalui keterkaitan antarsektor dan rantai pasok barang maupun jasa lokal.

Kajian yang sama mengestimasi kontribusi penyelenggaraan acara terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya mencapai Rp41,47 miliar.

“Selain perputaran aktivitas kegiatan ekonomi, kajian LPEP FEB Universitas Airlangga juga mengestimasi kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya sebesar Rp41,47 miliar. Nilai tersebut merepresentasikan pembentukan nilai tambah ekonomi melalui aktivitas produksi dan kompensasi tenaga kerja,” ujar Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPEP FEB Universitas Airlangga, Atik Purmiyati.

Menurut Atik, penyelenggaraan olahraga berskala besar berpotensi menciptakan nilai ekonomi baru yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi penyelenggaraan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang dinilainya turut memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu kota pilihan untuk penyelenggaraan lomba lari di Indonesia.

“Matur nuwun kali ini diadakan kembali Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Ini membuktikan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota pilihan untuk lari marathon di Indonesia. Dampaknya sangat luar biasa perputaran ekonominya,” ujar Eri.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menggerakkan sektor transportasi dan perhotelan, tetapi juga memberikan transaksi lanjutan bagi pelaku UMKM lokal.

“Perputaran ekonomi yang dihasilkan dari acara ini sangat berdampak nyata, tidak hanya menghidupkan sektor transportasi dan perhotelan, tetapi juga membawa berkah dan transaksi lanjutan bagi para pelaku UMKM lokal,” kata Eri.

Dia berharap penyelenggaraan pada tahun berikutnya dapat dikembangkan dengan durasi lebih panjang.

“Semoga tahun depan lebih baik lagi, mungkin tidak hanya 1 hari tetapi 2 hari seperti yang terjadi di kota lain,” ujar Eri.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60