Kendaraan dari Jalan Karang Menjangan menuju Jalan Menur juga diarahkan belok kiri menuju Bundaran ITS hingga pukul 06.30 WIB.
Sementara kendaraan dari Jalan Dharmahusada Indah dan Jalan Ir. H. Soekarno menuju Klampis dan Jalan Arif Rahman Hakim diarahkan belok kiri menuju Bundaran ITS hingga pukul 06.30 WIB.
Untuk kendaraan dari Jalan Mayjen Soengkono menuju Jalan Diponegoro, arus akan diarahkan belok kiri melewati Padmosuastro.
Kendaraan dari Jalan Pahlawan menuju Jalan Tunjungan diarahkan melalui Jalan Kramat Gantung.
Dari Jalan Pandegiling menuju Jalan Dinoyo, kendaraan diarahkan belok kiri melalui Embong Malang.
Sedangkan kendaraan dari Jalan Kramat Gantung menuju Undaan diarahkan belok kiri melalui Jalan Peneleh dan Jalan Ahmad Jais.
Pembukaan kembali ruas jalan akan dilakukan pukul 10.00 WIB. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, petugas kepolisian bersama unsur terkait akan ditempatkan di sejumlah titik persimpangan serta kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan.
Masyarakat yang memiliki aktivitas di sekitar kawasan perlombaan diimbau mengantisipasi perjalanan pada Minggu pagi. Pengguna jalan juga diminta memanfaatkan rute alternatif yang telah disiapkan dan mengikuti rambu-rambu sementara serta arahan petugas di lapangan.
Selain itu, masyarakat diminta memantau perkembangan informasi mengenai rekayasa lalu lintas melalui kanal resmi Pemerintah Kota Surabaya, kepolisian, serta media sosial ISOPLUS @isoplus7ion.
Ketertiban dan kebersihan area publik selama kegiatan berlangsung juga menjadi bagian dari imbauan kepada masyarakat.
Sementara itu, peserta yang telah mendaftarkan diri dapat melakukan race pack collection pada Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 11.00 hingga 20.00 WIB, dan Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 11.00 hingga 18.00 WIB.
Pengambilan race pack berlangsung di Mal Ciputra World Surabaya, Lantai GF.
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 tidak hanya menghadirkan ajang olahraga lari, tetapi juga membawa narasi mengenai identitas kota melalui rute perlombaan.
Sejumlah ikon dan kawasan bersejarah Surabaya menjadi bagian dari jalur yang dilalui peserta. Di antaranya Tugu Pahlawan, Tugu Bambu Runcing, Hotel Majapahit, Monumen Karapan Sapi, Monumen Kapal Selam, serta berbagai heritage icon Surabaya lainnya.
Konsep tersebut menempatkan ajang marathon sebagai salah satu panggung city branding. Pelari tidak hanya berkompetisi menempuh jarak perlombaan, tetapi juga bersinggungan langsung dengan berbagai ikon kota.
Dukungan masyarakat Surabaya juga menjadi bagian dari suasana perlombaan melalui cheering station yang disiapkan warga di sejumlah titik sepanjang rute.















