Pendidikan

ITS Kembangkan Teknologi Hidrotermal Asbuton, Perkuat Kemandirian Aspal Nasional

2
×

ITS Kembangkan Teknologi Hidrotermal Asbuton, Perkuat Kemandirian Aspal Nasional

Sebarkan artikel ini
Its
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD dalam peresmian Laboratorium Teknologi Aspal Buton Berkelanjutan ITS

Hidrokarbon yang digunakan dalam proses pemisahan juga tidak langsung menjadi limbah. Setelah proses ekstraksi, hidrokarbon dipisahkan kembali menggunakan vaporizer untuk digunakan pada proses berikutnya.

Dari pengembangan teknologi tersebut, tim ITS menghasilkan tiga produk utama. Produk itu meliputi pengganti aspal minyak, aditif peningkat performance grade (PG), serta aspal pracampur.

Base asphalt yang dihasilkan dapat dimodifikasi untuk memenuhi karakteristik aspal komersial seperti Pen 60-70. Produk tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai aditif untuk meningkatkan aspal minyak hingga mencapai PG 70.

Aspek pengelolaan limbah turut menjadi bagian dari pengembangan teknologi. Sisa padatan yang mayoritas berupa kapur dirancang agar dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

“Jadi kami memastikan bahwa tidak ada sisa bahan baku hasil produksi yang terbuang begitu saja atau bahkan mencemari lingkungan,” kata Susianto.

Pengembangan teknologi tersebut kini diarahkan menuju produksi dalam skala lebih besar. ITS menggandeng PT Aspindo Group untuk memperkuat proses hilirisasi, termasuk melalui pembangunan laboratorium pengujian aspal terakreditasi dan pusat riset lanjutan.

Tim peneliti juga telah merancang pabrik modular dengan kapasitas 10.000 hingga 20.000 ton asbuton per tahun. Konsep modular memungkinkan fasilitas tersebut dibangun secara fleksibel di berbagai wilayah Pulau Jawa.

Laboratorium Teknologi Aspal Buton Berkelanjutan berada di bawah Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS. Fasilitas tersebut juga diproyeksikan menjadi embrio Pusat Unggulan Iptek (PUI) bidang asbuton berkelanjutan.

Direktur DRPM ITS Fadlilatul Taufany, mengatakan laboratorium tersebut dipersiapkan sebagai ruang layanan pengujian aspal terstandarisasi. Fasilitasnya mencakup pengujian pemanasan, piston atau campuran, hingga agregat dan didukung sistem mutu ISO 17025.

DRPM ITS juga telah menyusun rancangan detail teknik untuk fasilitas berkapasitas 50 ton per hari. Dari sisi keekonomian, rancangan tersebut mencatat indikator internal rate of return (IRR) mencapai 24 persen.

“Dengan demikian, fasilitas ini siap membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra industri demi hilirisasi riset nasional,” ujar Taufany.

Asbuton memiliki potensi besar sebagai sumber bahan baku aspal nasional. Ketersediaannya diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan nasional selama lebih dari 100 tahun. Material tersebut juga disebut memiliki daya tahan tinggi dan sesuai dengan kondisi cuaca Indonesia.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60