Terkini

Anggaran Tertekan, KONI Lumajang Tetap Targetkan 10 Besar

5
×

Anggaran Tertekan, KONI Lumajang Tetap Targetkan 10 Besar

Sebarkan artikel ini
KONI Lumajang
Ketua KONI Kabupaten Lumajang, saat memberikan sambutan.

Cabang-cabang tersebut tetap menjadi bagian dari strategi pembinaan, dengan tingkat prioritas dan alokasi program yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta potensi prestasi masing-masing.

Ketua KONI Kabupaten Lumajang, Budi Satria Andhika menegaskan bahwa persoalan anggaran harus dijawab dengan strategi pembinaan yang lebih terukur.

KONI, kata dia, melakukan rasionalisasi nomor pertandingan agar sumber daya yang tersedia dapat diarahkan kepada nomor dan atlet yang mempunyai peluang prestasi.
Strategi tersebut bukan berarti mengabaikan cabang olahraga lain, melainkan menyesuaikan program dengan kemampuan pembiayaan.

Sebelumnya, Budi juga menegaskan bahwa pencapaian target 10 besar membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga.

“Tidak bisa KONI jalan sendiri, Dispora jalan sendiri. Kuncinya kolaborasi. KONI sebagai pembina atlet dan cabor, Dispora sebagai fasilitator kebijakan dan anggaran. Kalau ini sinkron, target 10 besar bukan mimpi,” tegas Budi kepada media ini, Kamis (24/9/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa beban menuju Porprov 2027 tidak hanya berada di pundak KONI.

Dukungan pemerintah daerah, DPRD, Dispora, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dunia usaha hingga masyarakat dinilai menjadi bagian penting dari ekosistem olahraga prestasi.

Di tengah kondisi tersebut, KONI Lumajang dalam waktu dekat berencana melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Lumajang.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyampaikan secara langsung kondisi pembinaan olahraga, kebutuhan atlet dan cabor, sekaligus menjelaskan konsekuensi dari keterbatasan anggaran.

Langkah ini menjadi penting karena pembinaan olahraga prestasi membutuhkan kesinambungan.

Program latihan tidak dapat dibangun hanya ketika kompetisi sudah dekat. Atlet membutuhkan proses panjang, mulai dari seleksi, latihan rutin, pemusatan latihan, try out, kompetisi, evaluasi hingga pemulihan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang sendiri sebelumnya menekankan bahwa prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan dan membutuhkan pembinaan yang terencana, konsisten serta berkelanjutan.

Target masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 bukan main-main dan bukan target ringan.
Pada Porprov Jatim IX 2025, Lumajang berada di peringkat ke-17 dengan 23 emas. Artinya, masih terdapat jarak yang harus dikejar untuk menembus jajaran 10 besar.

Karena itu, efisiensi anggaran menjadi ujian tersendiri. KONI dituntut mampu menjaga kualitas pembinaan sekaligus memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi atlet.

Di sinilah rasionalisasi nomor pertandingan menjadi strategi penting.
Daripada memaksakan jumlah atlet dan nomor pertandingan sebanyak-banyaknya, KONI harus memastikan atlet yang dikirim memiliki kesiapan dan peluang kompetitif yang jelas.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan bukan sekadar berapa banyak atlet yang berangkat, tetapi seberapa efektif pembinaan tersebut menghasilkan prestasi.

Kepala Dispora Lumajang Zainul Rofik sebelumnya juga menekankan pentingnya persiapan sejak dini dan pemusatan latihan yang maksimal untuk mengejar target 10 besar pada Porprov 2027.

Tantangan terbesar ke depan adalah menjaga agar kebijakan efisiensi tidak justru memutus mata rantai pembinaan atlet.
Sebab, atlet berprestasi tidak lahir dalam hitungan bulan.

Mereka membutuhkan pelatih, fasilitas latihan, kompetisi, try out, nutrisi, perlengkapan, pendampingan serta dukungan finansial yang berkelanjutan.
KONI Lumajang kini berada pada posisi harus melakukan dua pekerjaan sekaligus: menghemat anggaran dan tetap mengejar prestasi.

Sementara target pemerintah daerah sudah jelas: Lumajang masuk 10 besar Porprov Jatim 2027.

Karena itu, audiensi KONI dengan DPRD nantinya menjadi salah satu momentum penting untuk membicarakan bagaimana pembinaan olahraga dapat tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal. Yang dipertaruhkan bukan hanya angka dalam klasemen Porprov.

Di balik setiap nomor pertandingan terdapat atlet yang menjalani latihan panjang, pelatih yang membangun kemampuan, serta harapan daerah untuk membawa nama Lumajang ke panggung olahraga Jawa Timur.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60