Dengan demikian, panggung karaoke tidak sekadar menjadi arena berebut juara, tetapi juga menjadi ruang pencarian dan pembinaan talenta musik lokal.
UMKM Tidak Dibuka Sembarangan. Di sisi lain, Bazar UMKM menjadi bagian penting dalam festival tersebut.
Divisi Bazar UMKM, Afu, menegaskan bahwa panitia sengaja membatasi jumlah tenant hanya 30 stand.
Pembatasan itu bukan karena minimnya minat pelaku usaha, melainkan bagian dari konsep festival yang ingin dibuat lebih tertata, eksklusif dan berkelanjutan.
“Untuk pelaku usaha, kami plot hanya 30 tenant. Kami ingin konsepnya eksklusif dan tidak sekadar ramai sesaat. Setelah kegiatan ini, arahnya adalah pembinaan dan keberlanjutan,” kata Afu.
Ia juga membantah anggapan bahwa bazar hanya diperuntukkan bagi kelompok atau komunitas tertentu.
“Ini murni untuk pelaku usaha warga Kabupaten Lumajang. Tidak memilih dari kelompok atau komunitas tertentu,” tegasnya.
Konsep tersebut, menurut Afu, akan dikembangkan menjadi kegiatan rutin. “Kedepan kami akan konsen membuat kegiatan rutin bulanan dalam event-event besar. Harapannya bisa ikut meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Lumajang,” ujarnya.
Bukan Sekadar Meriah, Tapi Harus Ada Dampak. Pernyataan para panitia menunjukkan bahwa Festival Semarak Merah Putih sengaja diarahkan tidak hanya menjadi panggung perayaan HUT RI.
Di tengah tantangan pelaku UMKM dalam memasarkan produk, minimnya ruang tampil bagi talenta lokal dan kebutuhan masyarakat terhadap kegiatan olahraga yang terbuka, festival semacam ini dapat menjadi ruang temu berbagai kepentingan masyarakat.
Namun, klaim mengenai legalitas dan perizinan tentu harus tetap dibuktikan melalui dokumen resmi serta pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan seluruh ketentuan yang berlaku.
Panitia sendiri menyatakan telah menyiapkan rekomendasi dan izin penggunaan tempat sebagai bagian dari proses penyelenggaraan.
Nurhuda kembali menegaskan bahwa semangat utama festival adalah masyarakat.
“Dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat Lumajang. Kami ingin HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini benar-benar dirasakan bersama, bukan hanya menjadi seremoni,” katanya.
Dengan konsep yang menggabungkan musik, olahraga dan UMKM, Festival Semarak Merah Putih diharapkan mampu menjadi salah satu ruang publik yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat Lumajang.
Tiga hari. Satu panggung kebersamaan. Dan satu pesan yang ingin dibawa panitia: Merah Putih bukan hanya untuk dikibarkan, tetapi juga untuk dirayakan dengan karya, prestasi dan keberdayaan masyarakat.


















