Pemerintahan

Medhayoh IX Kepohbaru: Pemkab Bojonegoro Jaring Aspirasi Pertanian dan Peternakan Desa Cengkir

4
×

Medhayoh IX Kepohbaru: Pemkab Bojonegoro Jaring Aspirasi Pertanian dan Peternakan Desa Cengkir

Sebarkan artikel ini
Medhayoh
Kegiatan Medhayoh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro di Kepohbaru Bojonegoro.

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati (Wabup) Nurul Azizah melaksanakan program ‘Medhayoh’ edisi IX di Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang kini menjadi agenda rutin mendapat sambutan positif ratusan warga dari berbagai lapisan, termasuk tokoh masyarakat dan perangkat desa.

Dalam medhayoh itu, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menyinggung rencana pembangunan Waduk Pejok.

Di kesempatan itu dia menjelaskan, terdapat sejumlah pertimbangan dari pihak terkait yang membuat pembangunan waduk tersebut membutuhkan waktu cukup panjang, salah satunya lokasi yang berdekatan dengan aliran listrik Sutet.

Selain itu, pembangunan Embung Pejok diperkirakan membutuhkan proses hingga lima tahun. Karena itu, pemerintah memilih mendorong perbaikan maupun pembangunan embung yang dinilai lebih cepat untuk menjawab kebutuhan pertanian saat ini.

“Melihat kebituhan kondisi pertanian saat ini, lebih baik memperbaiki embung dan membangun embung prosesnya lebih cepat. Silahkan Pemdes ajukan proposal pembangunan embung untuk diverifikasi dan kajian,” ungkap bupati.

Selanjutnya, dalam sesi dialog, dua warga Desa Cengkir, Sahli dan Muhamad Naim, mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada bupati.

Sahli meminta Pemkab Bojonegoro segera melakukan normalisasi Embung Cengkir.

Sementara Naim menyampaikan keluhan terkait harga telur dan tingginya biaya pakan dalam program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri).

“Yang dapat Gayatri itu, sekarang ngelu (pusing), Pak Bupati. Harga pakan tinggi, harga telur menurun,” keluh Naim.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Wahono memastikan normalisasi Embung Cengkir akan dilakukan pada tahun ini.

Sementara mengenai Gayatri, Wahono menjelaskan program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan.

Mengenai harga pakan yang makin tinggi, Bupati Wahono menjelaskan, jika BUMD Pangan Mandiri telah melakukan MoU dengan pabrik pakan, sehingga nanti harga pakan akan disubsidi hingga Rp7 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah ada terobosan dari BUMD Pangan Mandiri, akan mengeluarkan pakan ayam subsidi, dengan harga subsidi Rp7 ribu per kilogram,” pungkasnya.

Pemkab Bojonegoro terus berkomitmen mempererat tali silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di tingkat tapak.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, unsur jajaran Forkopimcam (Kepolisian dan TNI), para kepala desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Penulis: Suyati

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60