Penelitian melahirkan pribadi yang kritis, objektif, disiplin, serta memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Sedangkan pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan nyata.
“Ilmu yang tinggi akan kehilangan maknanya apabila tidak menghadirkan manfaat bagi sesama. Tri Dharma memberikan kerangka pengabdian seorang intelektual, sedangkan Dasa Dharma menjadi kompas moralnya. Ketika keduanya bertemu dalam diri seorang guru, lahirlah pendidik yang cerdas secara akademik, kuat secara karakter, sekaligus nyata dalam pengabdiannya,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan KMD dan KML memiliki relevansi tinggi bagi mahasiswa PPG yang sedang mempersiapkan diri menjadi guru profesional.
Menurutnya, tantangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu berperan sebagai pendidik, pembimbing, teladan, sekaligus pembina karakter peserta didik yang tumbuh di tengah derasnya arus informasi digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
“Jangan melihat kursus ini hanya sebagai jalan memperoleh sertifikat. KMD dan KML merupakan investasi kompetensi bagi seorang pendidik,” katanya.
Lebih jauh, Arum mengajak para peserta menjadikan hasil pelatihan sebagai gerakan nyata yang memberi dampak bagi masyarakat.
Salah satu gagasan yang didorong ialah pengembangan Pramuka Produktif melalui penguatan ketahanan pangan berbasis gugus depan di sekolah maupun perguruan tinggi.
Menurutnya, lahan yang tersedia di lingkungan pendidikan dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan, hortikultura, perikanan, peternakan, hingga pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Aktivitas tersebut sekaligus menjadi media pembelajaran karakter melalui praktik disiplin, gotong royong, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
Selain itu, peserta juga diajak mempersiapkan diri menghadapi Perkemahan Wirakarya 2026 melalui berbagai kegiatan pengabdian, mulai dari renovasi rumah tidak layak huni, penghijauan lingkungan, hingga pengembangan kebun pangan bersama masyarakat.
“Ketika seorang pramuka membantu memperbaiki rumah warga, membersihkan lingkungan, atau membangun kebun pangan bersama masyarakat, sesungguhnya ia sedang mengamalkan Dasa Dharma Pramuka.
Di situlah Tri Dharma Perguruan Tinggi bertemu dengan Dasa Dharma Pramuka dalam tindakan nyata,” ujar Arum.
Melalui penyelenggaraan KMD dan KML bagi mahasiswa PPG, Unusa mempertegas komitmennya menyiapkan calon guru yang memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi kampus dalam melahirkan pendidik profesional yang mampu menghadapi perubahan dunia pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.


















