Terkini

Ellya Destiara Permata Pimpin PARFI Kediri 2026–2030, Bidik Penguatan Perfilman Daerah

11
×

Ellya Destiara Permata Pimpin PARFI Kediri 2026–2030, Bidik Penguatan Perfilman Daerah

Sebarkan artikel ini
PARFI
Ellya Destiara, sosok ketua baru yang resmi menahkodai pucuk PARFI Kediri 2026-2030.

BERITABANGSA.ID, KEDIRI – Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Cabang Kediri resmi memiliki nahkoda baru. Ellya Destiara Permata terpilih sebagai Ketua PARFI Kediri untuk masa bakti 2026–2030 dengan membawa semangat penguatan industri perfilman di Kota dan Kabupaten Kediri.

Sosok yang akrab disapa Ellya itu bukan nama baru di bidang komunikasi dan kreatif. Selain aktif di dunia perfilman, ia juga diketahui menjadi salah satu pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Kediri.

Usai dipercaya memimpin organisasi, Ellya mengaku amanah tersebut menjadi tantangan besar yang harus dijalankan bersama seluruh anggota dan jajaran organisasi.

“Alhamdulillah, bagi saya ini merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tantangan baru. Pemilihan berjalan cukup singkat, jadi saya memang tidak mempersiapkan apapun. Namun ke depan saya siap belajar lebih banyak untuk memajukan PARFI Kediri,” ujar Ellya, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, PARFI Kediri memiliki peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap dunia seni, konten kreatif, hingga produksi film independen.

Karena itu, kepengurusan baru akan berupaya memperkuat fungsi organisasi tidak hanya sebagai wadah profesi, tetapi juga ruang kolaborasi bagi para pelaku seni peran, pegiat film, komunitas kreatif, hingga talenta muda di daerah.

Ellya mengatakan, dukungan lintas sektor menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat dan berkelanjutan di Kediri.

“Dalam menjalankan organisasi lima tahun ke depan saya tentu membutuhkan dukungan anggota, para senior PARFI Kediri, dan berbagai pihak lainnya. Kami ingin membangun komunikasi serta kolaborasi yang lebih luas agar perfilman Kediri bisa tumbuh dan memiliki daya saing,” katanya.

Ia menambahkan, Kediri menyimpan banyak potensi cerita lokal, budaya, serta sumber daya kreatif yang dapat dikembangkan menjadi karya perfilman. Potensi tersebut, menurut dia, perlu didukung melalui jejaring yang kuat, ruang berkarya, serta pembinaan berkelanjutan bagi para pelaku industri kreatif.

Latar belakang Ellya yang juga aktif dalam organisasi profesi jurnalis televisi dinilai menjadi nilai tambah dalam memperluas jaringan komunikasi dan membangun promosi terhadap perkembangan perfilman daerah.

Diketahui, PARFI merupakan organisasi profesi yang menjadi wadah resmi bagi pekerja seni peran dan pelaku industri film di Indonesia. Organisasi tersebut menaungi aktor, aktris, serta insan perfilman nasional dalam pengembangan profesi dan penguatan industri film Tanah Air.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, PARFI Kediri diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya karya-karya perfilman lokal sekaligus memperkuat posisi Kediri sebagai salah satu daerah dengan potensi industri kreatif yang terus berkembang.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60