BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Semangat persaudaraan lintas agama mengemuka dalam penyambutan rombongan Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penanda kuat bahwa ruang-ruang dialog dan kebersamaan antarumat beragama terus tumbuh di tengah masyarakat multikultural Indonesia.
Rombongan Bhikkhu yang tengah menempuh perjalanan damai menuju Candi Borobudur itu disambut hangat jajaran Kanwil Kemenag Jatim bersama ratusan umat Buddha dari Surabaya, Sidoarjo, dan sejumlah daerah sekitar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pembimbing Masyarakat Buddha Ketut Panji Budiawan, para kepala bidang di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia, pendamping, serta sekitar 300 umat Buddha.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Syaikhul Hadi menilai Indonesia Walk for Peace bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan simbol nyata pentingnya menjaga toleransi dan persatuan bangsa di tengah keberagaman.
“Atas nama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat datang kepada Yang Mulia Bhikkhu Sangha beserta seluruh pendamping. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perdamaian dapat dimulai dari langkah-langkah kecil melalui sikap saling menghormati dan saling mendukung antar sesama,” ujarnya.
Menurut dia, penguatan moderasi beragama menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial di Indonesia.
Karena itu, kegiatan yang menghadirkan kolaborasi lintas agama dan budaya seperti Indonesia Walk for Peace dinilai relevan dengan semangat kebangsaan.
“Selamat melanjutkan perjalanan menuju Borobudur. Semoga langkah panjenengan semua membawa kedamaian dan harmoni bagi sesama,” tuturnya.
Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur Irwan Pontoh menjelaskan, perjalanan damai tahun ini melibatkan peserta dengan rentang usia yang cukup beragam.
Peserta termuda tercatat berusia 23 tahun, sementara peserta tertua mencapai usia 67 tahun.
Perjalanan tersebut dipimpin langsung Bhante Prakari asal Thailand. Sosoknya disebut menjadi inspirasi bagi peserta karena keteguhan dan semangatnya selama menempuh perjalanan panjang melintasi berbagai daerah.
Irwan menyebut jalur timur yang ditempuh rombongan menjadi rute terpanjang dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace 2026.
Perjalanan berlangsung selama 11 hari melewati sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur sebelum akhirnya menuju Jawa Tengah.
Para Bhikkhu diketahui tiba di Denpasar pada 7 Mei 2026 dan dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian perayaan Waisak Nasional.
Menurut Irwan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda spiritual umat Buddha, tetapi juga ruang kolektif yang melibatkan banyak elemen masyarakat.
Dukungan datang dari berbagai komunitas lintas agama, tokoh masyarakat, hingga warga dari beragam latar belakang yang turut berjalan bersama membawa pesan perdamaian.
“Perayaan Waisak dan perjalanan damai ini bukan milik satu golongan saja, tetapi milik kita semua. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam merawat Indonesia yang damai dan harmonis,” katanya.
Salah satu Bhikkhu peserta perjalanan, Bhikkhu Beng An asal Malaysia, mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Indonesia sepanjang rute yang dilalui rombongan.
Ia mengungkapkan perjalanan dilakukan dalam kondisi cuaca panas. Namun sambutan hangat masyarakat menjadi energi tersendiri bagi para peserta.
“Kami melakukan perjalanan di tengah cuaca panas. Namun ketika melihat umat yang antusias menyambut kami, semangat kami kembali tumbuh seketika,” ungkapnya.
Indonesia Walk for Peace 2026 membawa pesan universal tentang perdamaian, harmoni, dan persaudaraan antarmanusia. Kehadiran para Bhikkhu di berbagai daerah juga mendapat sambutan positif dari masyarakat yang menyaksikan perjalanan mereka secara langsung.
Usai dari Kanwil Kemenag Jawa Timur, rombongan Bhikkhu dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Al Akbar Surabaya pada pukul 15.00 WIB sebelum bermalam di Buddhayana Dharmawira Centre (BDC) Surabaya.


















