BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar pelatihan dan sertifikasi operator alat berat untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang konstruksi. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari di Aula Kantor Dinas PUPR Jombang.
Sebanyak 60 peserta dari berbagai instansi mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari internal Dinas PUPR maupun sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jombang.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, membuka langsung kegiatan itu didampingi Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi, Edy Yulianto. Pelatihan juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan tim penguji kompetensi profesional.
Dalam sambutannya, Imam Bustomi menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan teknis dan profesionalisme operator alat berat guna menunjang pekerjaan infrastruktur di lapangan.
“Pelatihan ini tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan teknis, tetapi juga memberikan pengakuan resmi melalui sertifikasi bagi para operator,” ujar Imam.
Ia menjelaskan, kompetensi operator harus sesuai dengan standar yang berlaku agar pekerjaan dapat dilakukan secara optimal dan aman. Menurutnya, kepemilikan sertifikat kompetensi juga menjadi nilai tambah bagi para operator di dunia kerja konstruksi.
“Karena itu peserta harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius agar ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan,” tukasnya.
Dari total 60 peserta, sebanyak 37 orang berasal dari internal Dinas PUPR Jombang. Sementara peserta lainnya merupakan perwakilan dari sejumlah OPD, di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik pengoperasian alat berat sesuai standar kompetensi kerja. Seluruh materi disampaikan oleh tenaga ahli yang berpengalaman di bidang konstruksi dan pengoperasian alat berat.
Di akhir kegiatan, para peserta mengikuti uji kompetensi yang dilakukan tim penguji profesional. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikasi operator alat berat.
“Kami berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kualitas pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Jombang. Selain itu, kompetensi operator yang tersertifikasi juga diharapkan mampu menunjang keselamatan kerja dan profesionalitas di lapangan,” pungkasnya.


















