BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai pusat inovasi teknologi ramah lingkungan. Melalui Indonesia Chemical Reaction Car Competition (ICRCC) 2026, kampus teknik terkemuka itu mempertemukan ide-ide segar mahasiswa dalam merancang mobil prototipe berbasis energi hasil reaksi kimia.
Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian Chemical Engineering Innovation Festival (Chernival) 2026 tersebut digelar di Gedung Pusat Robotika ITS, Minggu (3/5/2026). Ajang ini sempat vakum sejak 2023, sebelum akhirnya kembali digulirkan dengan skala internasional dan partisipasi yang meningkat.
Chief Executive Officer Chernival 2026, Annisa Aniqah Rahmatillah, menjelaskan bahwa ICRCC tidak sekadar lomba, melainkan ruang eksperimentasi sekaligus etalase kemampuan mahasiswa teknik kimia dalam menjawab tantangan energi masa depan.
“Kompetisi ini menjadi wadah kreativitas sekaligus sarana mengenalkan Departemen Teknik Kimia ITS. Kami ingin menunjukkan bahwa reaksi kimia dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang efektif, efisien, dan lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Dalam kompetisi ini, setiap tim dituntut merancang mobil mini yang bergerak menggunakan energi dari reaksi kimia. Tidak hanya soal kecepatan, aspek presisi menjadi faktor penentu.
Mobil harus mampu melaju di lintasan sepanjang 15 meter dengan target berhenti di titik 9 meter, sesuai parameter jarak dan beban yang telah ditentukan panitia.
Sebelum masuk lintasan, peserta harus melewati serangkaian tahapan seleksi ketat. Mulai dari kurasi finalis, penilaian poster dan video profil, hingga presentasi konsep dan inspeksi teknis kendaraan.
Proses tersebut memastikan setiap mobil yang berlaga benar-benar layak secara ilmiah dan teknis.
Tahun ini, sebanyak 13 tim berhasil menembus babak final. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama, di antaranya Universitas Diponegoro melalui tim Stoichiomatrix, serta Universitas Gadjah Mada dengan tim Reactics.
Tuan rumah ITS sendiri menurunkan dua tim unggulan, Spektronics 30 dan Spektronics 31.
Dominasi ITS tak terbendung di lintasan akhir. Tim Spektronics 31 tampil paling presisi dan keluar sebagai juara pertama, disusul Spektronics 30 di posisi kedua. Sementara itu, posisi ketiga diraih oleh Reactics Antrasena dari UGM.
Annisa mengungkapkan, capaian tersebut menjadi kali kedua tim Spektronics ITS menyabet gelar juara umum di ajang ini.
Hasil tersebut sekaligus mempertegas konsistensi ITS dalam pengembangan riset berbasis energi alternatif.
Lebih jauh, penyelenggaraan ICRCC 2026 juga dikaitkan dengan kontribusi kampus terhadap agenda global, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utamanya menyentuh tujuan energi bersih dan terjangkau serta penguatan inovasi industri dan infrastruktur.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi berkelanjutan, ajang seperti ini membuka ruang bagi lahirnya solusi-solusi baru berbasis sains terapan.
Para peserta tidak hanya ditantang untuk berkompetisi, tetapi juga didorong mengembangkan riset mereka ke tahap yang lebih aplikatif di masa mendatang.


















