BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Aksi teror kembali mengguncang warga Lumajang. Usai rumah Ketua DPRD dibondet, kali ini rumah Ketua BPD Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Agung Jody, juga dibondet orang tak dikenal, Minggu (29/3/2026) pukul 02.00 WIB dini hari.
Ledakan keras memecah kesunyian malam dan memicu kepanikan warga sekitar rumah korban.
Pelaku yang diduga lebih dari satu orang, menggunakan kendaraan berkecepatan tinggi lalu melempar bahan peledak rakitan (Bondet) dan langsung kabur.
Ketua DPC GRIB Lumajang, Nor Holik, mendesak aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap pelaku dan motif di balik aksi brutal tersebut.
“Kami meminta polisi segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku. Ini bukan sekadar kriminal biasa, tapi sudah mengarah pada teror yang mengancam keselamatan warga,” tegas Nor Holik, Senin (30/3/2026).
Kata Nor Holik, analisisnya mengarah pada pelaku terorganisir. Nor Holik juga membeberkan sejumlah analisis awal yang mengarah pada dugaan kuat bahwa pelaku bukan orang sembarangan.
Menurutnya, keberanian pelaku menunjukkan adanya kemungkinan dukungan dari pihak yang memiliki kekuatan atau “backing”. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pelaku dalam kondisi terpengaruh alkohol atau zat berbahaya saat beraksi.
“Keberanian seperti ini bukan tanpa alasan. Bisa jadi ada backing kuat, atau pelaku dalam pengaruh obat-obatan,” ujarnya.
Ia juga menduga pelaku merupakan orang yang mengenal korban secara dekat, bahkan kemungkinan berasal dari lingkungan sekitar.
“Pelaku kemungkinan tahu persis kondisi rumah, termasuk kapan situasi sepi. Ini bukan aksi acak,” bebernya.
Ini diduga terkait konflik lama. Nor Holik mengaitkan insiden ini dengan potensi konflik yang sebelumnya pernah terjadi antara korban dan pihak tertentu.
“Kami menduga ada konflik sebelumnya. Bahkan, korban bisa jadi kunci dari kasus besar yang akan terungkap, sehingga muncul aksi teror seperti ini,” ungkapnya.
Jenis bahan peledak yang digunakan juga diduga kuat adalah bondet, mengingat suara ledakan yang cukup keras.
Kejadian ini diduga terkait dinamika politik di Desa Bago. Penjabat (Pj) Kepala Desa Bago, Wahyudi Ekanata, sempat melaporkan persoalan desa kepada Bupati Lumajang.
Meski sempat dinyatakan selesai, muncul dugaan konflik itu belum benar-benar mereda. Isu lain mengatakan ada kabar terkait senjata api (senpi).
Dukungan moral untuk korban muncul dari berbagai pihak termasuk dari Ketua Aliansi Penegak Demokrasi dan Keadilan Rakyat (Pendekar) Lumajang, Achmad Nurhuda.
“Kami siap memberi dukungan moral dan pendampingan. Kami berharap korban segera melaporkan resmi ke kepolisian,” paparnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi teror di Lumajang. “Jika tidak segera diusut, bukan tidak mungkin aksi serupa akan kembali terulang dan rasa aman masyarakat terusik,” pungkasnya.


















