BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Peristiwa tragis menggemparkan warga Kabupaten Lumajang. Seorang pemuda bernama Alfin, warga RT/RW 05/04 Dusun Candi Wetan, Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, tewas tersambar petir saat berada di Pantai Bambang, Kecamatan Pasirian, Sabtu (28/3/2026).
Peristiwa memilukan itu terjadi ketika korban bersama dua rekannya berada di dalam sebuah tenda yang mereka dirikan di kawasan pantai. Saat cuaca buruk disertai hujan dan petir melanda kawasan pesisir selatan Lumajang, petir tiba-tiba menyambar tenda tersebut.
Sambaran petir itu diduga sangat kuat hingga mengakibatkan Alfin meninggal dunia di lokasi, sementara dua temannya mengalami luka serius dengan kondisi dada terbakar akibat efek sengatan petir.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian untuk dilakukan penanganan dan identifikasi. Namun, saat tiba di rumah sakit, nyawa Alfin sudah tidak tertolong.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kebingungan petugas karena ketiga korban tidak membawa identitas diri. Informasi mengenai identitas korban baru terungkap setelah foto dan informasi korban beredar di sejumlah akun media sosial.
Seorang warga bernama Ayu, yang mengenali korban sebagai salah satu karyawannya, kemudian memberikan informasi mengenai identitas Alfin kepada pihak terkait.
Ayu memastikan bahwa korban benar merupakan warga Dusun Candi Wetan, Desa Candipuro, dan segera menghubungi pihak keluarga agar menjemput jenazah di RSUD Pasirian.
Sekretaris Desa Candipuro, Fatkhur, membenarkan bahwa korban merupakan warganya dan berasal dari keluarga Abdi.
“Iya itu warga saya, putra Pak Abdi atau Kluwis, ibunya Bu Yanti. Saat ini jenazahnya sudah dijemput oleh pihak keluarganya di RSUD Pasirian,” kata Fatkhur kepada media ini, Sabtu (28/3/2026).
Fatkhur menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Alfin datang ke Pantai Bambang bersama dua temannya dan mereka berada dalam satu tenda saat petir menyambar.
“Mereka berada dalam satu tenda bertiga. Tenda tersebut tersambar petir. Satu meninggal dunia, dua lainnya tidak, tapi mengalami luka cukup parah. Dadanya sampai gosong,” ungkapnya.
Karena ketiganya tidak membawa identitas diri, proses identifikasi sempat mengalami kendala. Sementara itu, dua korban selamat yang mengalami luka serius masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pasirian.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas TNI dan Polri juga turut melakukan penjagaan di rumah sakit, mengingat kondisi kedua korban yang masih dalam penanganan medis.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai, terutama saat kondisi cuaca buruk yang berpotensi menimbulkan sambaran petir.
Warga sekitar Pantai Bambang mengaku kejadian petir menyambar kawasan pantai saat hujan deras bukanlah hal pertama, sehingga pengunjung diminta lebih waspada dan segera mencari tempat aman apabila cuaca mulai memburuk.


















