Pendidikan

Profesor Budi Santoso Resmi Pimpin FK UNUSA, Siapkan Strategi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dokter

17
×

Profesor Budi Santoso Resmi Pimpin FK UNUSA, Siapkan Strategi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dokter

Sebarkan artikel ini
Unusa
Saat pelantikan dan sumpah jabatan.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) resmi melantik Budi Santoso, sebagai Dekan Fakultas Kedokteran, Jumat pagi (13/3/2026). Dokter yang akrab disapa Profesor Bus itu diharapkan mampu membawa Fakultas Kedokteran UNUSA semakin berkembang di tengah dinamika pendidikan kedokteran yang kian kompetitif.

Saat ini Fakultas Kedokteran UNUSA telah dipercaya menyelenggarakan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yakni Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi.

Kepercayaan tersebut menjadi pijakan penting bagi penguatan posisi FK UNUSA dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis di Indonesia.

Usai pelantikan, Bus menyampaikan bahwa di tengah bertumbuhnya banyak penyelenggara pendidikan kedokteran di Surabaya, pendekatan kompetisi tidak seharusnya menjadi orientasi utama. Menurutnya, ekosistem pendidikan kedokteran justru perlu dibangun melalui kolaborasi antarlembaga.

“Kondisi sekarang menunjukkan banyak fakultas kedokteran baru bermunculan. Tapi tujuan kita bukan berkompetisi semata, melainkan bagaimana bekerja sama dan berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan kedokteran,” ujarnya kepada wartawan.

Ia mengakui adanya kesenjangan antara fakultas kedokteran yang telah lama berdiri dengan fakultas yang relatif baru. Kesenjangan tersebut, menurutnya, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan yang telah terbangun melalui proses panjang.

Namun demikian, Bus menilai capaian FK UNUSA sejauh ini cukup menggembirakan. Berdasarkan evaluasi outcome Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), FK UNUSA termasuk dalam kelompok dengan hasil yang baik.

“Kualitas yang sudah dicapai ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Kalau berbicara mengenai kualitas outcome, tentu harus dimulai dari input mahasiswa yang masuk,” jelasnya.

Karena itu, salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat standar seleksi calon mahasiswa kedokteran. Menurutnya, batas minimal kemampuan akademik calon mahasiswa perlu ditetapkan secara ketat agar kualitas lulusan dapat terus terjaga.

“Parameter outcome itu terlihat dari hasil UKMPPD. Maka untuk memperbaiki outcome, input mahasiswa harus benar-benar diperhatikan sejak awal,” terangnya.

Pria kelahiran Banyuwangi tahun 1963 tersebut juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik. Ia menilai dosen memegang peran sentral dalam menentukan mutu pendidikan kedokteran.

Untuk itu, FK UNUSA berencana memperluas kesempatan peningkatan kapasitas dosen melalui kerja sama internasional yang telah lama terjalin. Beberapa perguruan tinggi luar negeri telah menyatakan kesiapan menerima dosen FK UNUSA untuk melanjutkan studi doktoral.

“Saat ini sudah ada dua universitas yang bersedia menerima dosen kami untuk program PhD, yaitu China Medical University dan OITA University. Dengan peningkatan kualitas dosen, kami berharap kualitas pendidikan juga semakin meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, dalam amanat pelantikan, Rektor UNUSA Tri Yogi Yuwono, menyampaikan sejumlah arah strategis yang perlu menjadi perhatian kepemimpinan baru Fakultas Kedokteran.

Rektor menegaskan pentingnya penguatan tata kelola fakultas yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, tata kelola yang profesional merupakan fondasi utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan kedokteran.

“Fakultas Kedokteran UNUSA harus menjaga transparansi dan profesionalisme dalam tata kelola. Hal ini penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat,” ujar profesor ini.

Selain itu, rektor juga menekankan perlunya akselerasi peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan akreditasi. Standar UKMPPD disebut sebagai salah satu indikator penting dalam menjaga mutu lulusan dokter.

“Kita harus terus mempercepat peningkatan kualitas dan akreditasi pendidikan. Standar UKMPPD harus menjadi perhatian serius agar kualitas FK UNUSA semakin dapat dipertanggungjawabkan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” jelasnya.

Rektor juga mendorong penguatan riset dan inovasi di bidang kesehatan, sekaligus memperluas kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab akademik.

Menurutnya, fakultas kedokteran memiliki peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan baru di bidang kesehatan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Fakultas Kedokteran harus menjadi pusat pengembangan riset dan inovasi kesehatan, sekaligus aktif menghadirkan pengabdian yang nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan kedokteran tidak semata berorientasi pada kemampuan teknis. Pembentukan karakter dokter yang menjunjung tinggi empati, integritas, dan nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan.

“Dokter tidak hanya dididik menjadi ahli secara teknis, tetapi juga harus memiliki empati, integritas, dan nilai kemanusiaan dalam melayani pasien,” ujarnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60