Advertorial

Disdikbud Jombang Bangkitkan Gambus Misri Bintang Sembilan, Sekda: Generasi Muda Harus Kenal Warisan Budaya

18
×

Disdikbud Jombang Bangkitkan Gambus Misri Bintang Sembilan, Sekda: Generasi Muda Harus Kenal Warisan Budaya

Sebarkan artikel ini
Disdikbud

BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Pemerintah Kabupaten Jombang terus mendorong pelestarian warisan budaya daerah. Salah satunya dengan menghadirkan kembali kesenian tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan melalui pementasan rekonstruksi di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang.

Ratusan pengunjung tampak antusias menyaksikan pertunjukan yang sempat vakum tersebut. Pementasan ini menjadi momentum kebangkitan Gambus Misri sekaligus upaya pelindungan dan pengembangan warisan budaya tak benda di Kota Santri.

Acara tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, para kepala OPD, Camat Sumobito, pegiat budaya, serta tamu undangan lainnya.

Tak sekadar pertunjukan, kegiatan ini juga dirangkai dialog kebudayaan yang mengulas sejarah Gambus Misri dan lakon “Fajar Islam”. Lakon tersebut menceritakan dakwah Syeh Maulana Ishak di Kerajaan Blambangan, yang menjadi ciri khas kesenian Gambus Misri.

Dalam sambutannya, Agus Purnomo mengapresiasi upaya rekonstruksi yang dilakukan para pegiat seni. Menurutnya, langkah ini menjadi awal kebangkitan kesenian tradisional yang tetap berpijak pada pakem tanpa meninggalkan perkembangan zaman.

“Pelestarian Gambus Misri penting karena generasi muda belum sepenuhnya mengenal kesenian ini. Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen untuk terus mendukung, melindungi, dan memanfaatkan potensi seniman agar warisan budaya tak benda ini tetap lestari,” ujarnya.

Diketahui, Gambus Misri lahir dari lingkungan Pesantren Tebuireng sebagai pengembangan dari seni ludruk dengan muatan cerita bernuansa Islam. Kesenian ini pernah berjaya, namun sempat terhenti.

“Kami berharap dukungan berbagai pihak agar Gambus Misri semakin dikenal, terutama di kalangan Generasi Z. Dan tidak lupa untuk menekankan pentingnya keseimbangan antara nilai seni dan keberlanjutan ekonomi bagi para pelaku budaya,” tandasnya.

Pimpinan Gambus Misri Bintang Sembilan, Anasrul Hakim, menjelaskan bahwa sejak 2017 para pemuda mulai melakukan penelusuran dan merawat kembali kesenian tersebut bersama pelaku seni terdahulu.

“Kami berupaya menghidupkan kembali Gambus Misri agar bisa diterima masyarakat, khususnya generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Jombang, Anom Antono, menegaskan bahwa Gambus Misri Bintang Sembilan merupakan satu-satunya kesenian sejenis di Kabupaten Jombang.

“Sehingga pelestarian dan pengembangannya menjadi tanggung jawab bersama,” singkatnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menegaskan peran pemerintah dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan objek pemajuan kebudayaan.

Melalui pementasan ini, Disdikbud Jombang berupaya menghadirkan kembali identitas budaya daerah sebagai bagian dari penguatan karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60