BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Genap satu tahun, Setyo Wahono dan Nurul Azizah memimpin Kabupaten Bojonegoro. Menjelang berbuka puasa sejumlah ASN, Tomas, Toga, Forkopimda, berbusana religi memenuhi Pendapa, Malowopati, Jumat (20/2/2026). Mereka diajak merefleksi kinerja pasangan bupati dan wakil bupati ini.
Acara dikemas ‘Merajut Kebersamaan Membangun Bojonegoro Bahagia, Makmur dan Membanggakan’, tak sekadar refleksi satu tahun menjabat namun, wujud pertanggungjawaban spiritual dan sosial kepada masyarakat.
Acara diawali santunan kepada anak yatim, marbot masjid, penggali kubur, disabilitas, lansia, dan tukang becak.
Hadir ketua TP PKK Cantika Wahono, Sekretaris Daerah, jajaran Asisten dan Staf Ahli Bupati, Ketua Fraksi Partai, Tokoh Agama, kepala OPD, camat, organisasi agama dan organisasi masyarakat, pimpinan BUMD dan BUMD, Bawaslu, instansi vertikal, pemerintah desa, Hafiz Hafizah dan tamu undangan lain.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, mengatakan kepemimpinan yang kuat adalah yang mau mendengarkan dan terus belajar. Dalan setahun bersama Wabup Nurul Azizah memimpin Bojonegoro, dia bersyukur dan terima kasih kepada seluruh pihak di Kabupaten Bojonegoro.
Baginya, Wahono dan Nurul adalah kolaborasi saling sinergi. Ibarat konseptor dan eksekutor, roda pemerintahan berjalan beriringan.
Setyo Wahono juga mengucapkan rasa terima kasih atas dukungan, doa dan restu khususnya pada para ulama, umaro, para kiai dan ustazah yang hadir di momen ini.
“Maka sesuai visi misi dan RPJMD yang telah disusun setahun ini membangun sistem dan meneguhkan komitmen untuk melayani masyarakat. Refleksi bukan hanya soal pencapaian, tapi sebagai ruang evaluasi. Tentang komunikasi yang berjejaring dan membangun mindset serta saling menghargai dan menghormati,” ujarnya Setyo Wahono.
Dalam kesempatan itu, dia berharap kekompakan, komunikasi, menunjung integritas, dan menjalin kerjasama yang baik serta penuh inovasi, bisa membawa Bojonegoro lebih berprestasi dalam memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, mengucapkan rasa bangga karena bupati telah banyak memberi berbagai arahan kebijakan terhadap apa yang akan dilaksanakan.
Selain refleksi, Wabup Nurul juga mengajak para tamu yang hadir untuk bersama melihat proyeksi dan membandingkan postur kekuatan APBD dari tahun ke tahun. Mulai 2008, 2014, 2019, 2023, 2024 hingga 2026. Semua dalam kekuatan fiskal yang berbeda.
“Dengan kekuatan anggaran berbeda, mulai dari adanya efisiensi, menjadikan pengalaman ini menjadi bagian refleksi. Kami bangga mendampingi beliau karena selalu memberikan kebijakan makro,” papar Nurul Azizah.
Pada momen ini juga diisi acara penyerahan simbolis Masjid Baabus Shofa dari Wabup kepada bupati, sehingga kini resmi menjadi aset daerah.
Pembangunan Masjid Baabus Shofa dimulai 1997 yang direalisasikan mulai dari hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Di 2018 diserahterimakan dari keluarga Yayasan Mangunrekso Kusumo kepada Nurul Azizah.
Di 2026 ini, Masjid diserahkan menjadi aset Pemda Bojonegoro.
Acara ditutup dengan penyerahan donasi masyarakat dan Masjid ini ke Dewan Masjid Indonesia Bojonegoro Rp 187.019.500 untuk pemulihan masjid dampak bencana banjir di Aceh dan Sumatera.
Penulis: Suyati


















