Terkini

Sejumlah SPPG di Lumajang Tutup Sementara, Pengelola Bilang Belum Dibayar BGN

65
×

Sejumlah SPPG di Lumajang Tutup Sementara, Pengelola Bilang Belum Dibayar BGN

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lumajang terpaksa menutup operasional sementara, akibat dana operasional belum dibayar Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga pengelola kewalahan menutup biaya harian.

Salah satu pengelola SPPG di Lumajang, yang namanya enggan dipublikasikan, mengungkapkan, setiap hari pihaknya harus mengeluarkan dana operasional tak sedikit. Biaya itu meliputi belanja bahan makanan, upah tenaga kerja, hingga distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah.

“Dana yang kami keluarkan setiap hari bisa mencapai ratusan juta rupiah. Kalau dihitung sebulan, jumlahnya sangat besar. Kalau begini terus, kami bisa bangkrut,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, sejak pembayaran dari BGN belum diterima, sebagian pengelola SPPG memilih menghentikan sementara kegiatan untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak langsung pada kelangsungan program MBG bagi peserta didik.

“Operasional tetap jalan, tapi dana belum masuk. Kami tidak mungkin terus berutang. Akhirnya, beberapa SPPG memilih tutup dulu,” ujarnya.

Penutupan SPPG ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama wali murid yang berharap program pemenuhan gizi tetap berjalan optimal.

Para pengelola berharap pemerintah pusat, khususnya BGN, segera memberikan kejelasan dan percepatan pembayaran agar operasional SPPG dapat kembali normal.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60