Pertanian

Jalankan Instruksi Presiden, Dosen Unmuh Jember Ajari Warga Bikin Budikdamber

41
×

Jalankan Instruksi Presiden, Dosen Unmuh Jember Ajari Warga Bikin Budikdamber

Sebarkan artikel ini
Demo membuat budikdamber di depan para peserta. (Foto: Guntur Rahmatullah / Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, JEMBER – Sejumlah dosen Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengajari warga membuat budidaya ikan dalam ember (Budikdamber). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga Indonesia sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Kegiatan pemberdayaan kali ini, diikuti oleh para orangtua serta anak-anak asuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Husna Jember.

Fefi Nurdiana Widjayanti mengajari anak-anak membuat Budikdamber. (Foto; Guntur Rahmatullah/ Beritabangsa.id)

Fefi Nurdiana Widjayanti, dosen ilmu agribisnis Unmuh Jember menyebut, budikdamber merupakan solusi bagi warga yang memiliki lahan sempit untuk dapat bercocok tanam.

“Budikdamber tidak membutuhkan lahan yang luas, asal ada tempat untuk menaruh ember-ember itu saja, warga sudah bisa membudidayakan ikan dan tanaman sekaligus,” kata Fefi, Senin 25 Januari 2026.

Fefi menambahkan, dari budikdamber ini, menghasilkan ikan serta sayuran yang dapat dikonsumsi secara pribadi, atau juga bisa dijual.

Dalam kegiatan itu, para dosen menyerahkan 9 ember ukuran 80 liter, yang masing-masing berisi 60 ekor bibit ikan lele, lengkap dengan sayur kangkungnya kepada LKSA Nurul Husna Jember.

Insan Wijaya menjelaskan cara membuat Budikdamber. (Foto: Guntur Rahmatullah/ Beritabangsa.id)

Insan Wijaya, dosen ilmu agroteknologi Unmuh Jember mendemokan langsung cara membuat budikdamber di depan warga.

“Pertama-tama kita siapkan embernya, ini ukurannya sekitar 80 liter, pastikan embernya memiliki pembuangan air di bagian bawahnya, lalu tutup embernya dibolongi seukuran plastik gelas dan di tengahnya dibolongi juga untuk sirkulasi angin. Ember ini diisi air, lalu beri 60 ekor bibit ikan lele di setiap embernya,” jelas Insan.

Dia kemudian menyiapkan beberapa gelas plastik yang dilubangi di bawahnya, sebagai tempat menaruh sayur kangkung.

Metode dengan biji kangkung.

Insan mendemokan dengan menggunakan biji kangkung, dan sayur kangkung utuh dengan akarnya. Untuk biji kangkung, diberi alas tisu di dalam gelas plastik, lalu taruh biji kangkung itu di atas tisunya. Kemudian aplikasikan gelas plastik itu di lubang tutup ember, yang mana air dalam ember hanya boleh menyentuh sampai sisi tisunya atau biji kangkung tidak boleh sampai mengambang.

“Selanjutnya kita aplikasikan sayur kangkung yang utuh dengan akarnya, banyak dijual di pedagang sayur. Kangkung itu dipotong, sisakan batang dan akarnya saja lalu taruh di gelas plastik dan taruh di lubang tutup ember. Untuk airnya diisi sampai menyentuh setengah dari gelas plastik ini, tenggelam akarnya, sehingga memicu lebih cepat tumbuhnya tunas-tunas daun baru dari kangkungnya,” lanjut Insan Wijaya.

Untuk pemberian pakan, selama bibit ikan lele masih kecil, diberi pakan ikan atau pelet terus-menerus hingga ikan lele agak besar. Ketika lele sudah besar, pakan ikan dikurangi, lalu dikombinasikan dengan pakan dedaunan yang bisa diambilkan dari daun kangkung. Durasi budidaya ikan dalam ember ini memakan waktu, kurang lebih 35 hari sampai bisa dipanen.

Kemudian apabila air dalam ember sudah bau kotoran ikan lele, dikuras atau dikeluarkan airnya lewat jalur pembuangan ember. Lalu diganti dengan air baru.

Salah satu peserta pelatihan, Beni warga Jember Lor. (Foto: Guntur Rahmatullah/ Beritabangsa.id)

Salah satu warga yang mengikuti kegiatan itu, Beni mengaku terbantu dengan pelatihan budikdamber tersebut.

“Alhamdulillah setelah mengikuti pelatihan (budikdamber) ini, saya dapat wawasan baru, saya termotivasi untuk melakukan budikdamber ini di rumah, saya memang tidak pernah budidaya ikan di rumah,” ujar Beni, warga kelurahan Jember Lor.

Beni mengaku pemaparan dari para dosen mudah dipahami dan pengaplikasiannya.

Hasil Panen Budikdamber Dibuat Produk Turunan

Doktor Trias Setyowati mengajarkan cara membuat Budikdamber. (Foto: Guntur Rahmatullah/ Beritabangsa.id)

Agenda selanjutnya dari para dosen Unmuh Jember, yakni mengarahkan warga untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari budikdamber.

Doktor Trias Setyowati, dosen ilmu manajemen Unmuh Jember mengatakan, hasil dari panen ikan lele akan diarahkan untuk pendampingan manajemen produk turunan.

“Untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, hasil budikdamber ini juga memiliki pasar, baik ikan lele dan sayur kangkung ini bisa dijual dengan dibuatkan produk turunannya terlebih dahulu agar memiliki nilai tambah ekonomi,” jelas Doktor Trias.

Trias menyebut, sejumlah produk turunan yang bisa diproduksi di antaranya abon ikan lele, kripik kulit lele, kripik kangkung.

“Termasuk juga strategi pemasarannya, dokumen usahanya akan kami dampingi. Hasil panen budikdamber ini juga berguna untuk mengantisipasi tengkes pada anak,” tutupnya.

LKSA Nurul Husna: From Charity to Empowerment

Kepala LKSA Nurul Husna, Khoirul Anam. (Foto: Guntur Rahmatullah / Beritabangsa.id)

Kepala LKSA Nurul Husna Jember, Khoirul Anam menyampaikan, kegiatan dosen Unmuh Jember tentang Budikdamber merupakan hasil sinergi lembaganya dengan akademisi kampus dalam memberdayakan warga sekitar kantornya.

Anam mengaku selama ini lembaganya  melakukan kegiatan amal (charity) dalam bentuk pemberian bantuan kepada warga. Kemudian dia mulai mengubah pola gerakannya ke kegiatan pemberdayaan (empowerment) agar warga dapat mandiri untuk meningkatkan kesejahteraannya.

“Kami mulai menjalankan tatakelola baru LKSA, dimana gerakan kami berubah dari charity menjadi empowerment. Kali ini kami berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jember dalam memberdayakan keluarga penerima manfaat di LKSA Nurul Husna Jember, terkait keterampilan untuk pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan,” jelas Anam.

Anam menyebut kegiatan pemberdayaan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh LKSA Nurul Husna, dengan peserta sejumlah 15 orang dari kelurahan Jember lor dan Patrang.

“Dari 2 kelurahan tersebut, kemudian akan kami nilai, kelompok warga mana yang serius dan cocok dengan lingkungannya,” tutupnya.

Untuk diketahui, LKSA Nurul Husna merupakan lembaga bentukan Muhammadiyah, yang hadir berdasarkan kebutuhan umat dalam mengembangkan kesejahteraan sosial anak berbasis keluarga yang unggul, mandiri dan berkemajuan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60