BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) lintas generasi berkumpul dan berbagi pengalaman akademik dalam sebuah forum diskusi santai yang digagas calon anggota dan pengurus Himpunan Mahasiswa (HIMA) Universitas Terbuka Surabaya. Minggu (4/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu kafe di kawasan Wiyung, Surabaya, ini menjadi ruang bertukar gagasan, visi, dan refleksi perjalanan pendidikan para mahasiswa UT dari beragam latar belakang usia dan profesi.
Pertemuan tersebut tidak sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga forum berbagi motivasi tentang alasan memilih Universitas Terbuka sebagai tempat menimba ilmu.
UT dikenal sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh dan terbuka, memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan mengakses pendidikan tinggi tanpa terikat ruang dan waktu.
Mawardi, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, mengungkapkan bahwa pilihannya menekuni bidang hukum didorong oleh keinginan memperdalam pemahaman terhadap sistem hukum nasional.
Lebih dari itu, ia berharap kelak mampu berkontribusi membantu masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum.
Menurut Mawardi, realitas penegakan hukum di Indonesia masih menyisakan persoalan serius, terutama dalam keberpihakan terhadap kelompok masyarakat lemah.
Ia menilai ilmu hukum tidak semata untuk kepentingan akademik, melainkan sebagai instrumen pengabdian sosial. “Ilmu yang saya pelajari harus berdampak bagi orang banyak,” ujarnya.
Pandangan tersebut diamini oleh Satria dan Zaza, yang juga menempuh studi Ilmu Hukum di UT. Zaza menuturkan ketertarikannya pada bidang hukum berangkat dari tantangan intelektual yang melekat pada disiplin tersebut.
Ia menilai hukum menuntut ketelitian, keberanian berpikir kritis, serta kepekaan sosial. Baginya, esensi belajar hukum terletak pada kemampuan menerapkannya secara nyata di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Satria mengungkapkan motivasi yang lebih spesifik. Ia mengaku tertarik mendalami hukum setelah menyaksikan berbagai ketimpangan dan perlakuan tidak adil yang dialami kalangan buruh.
Melalui pendidikan hukum, ia berharap dapat berperan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja agar memperoleh perlindungan dan perhatian yang layak.
Berbeda jalur, Alfin memilih Program Studi Manajemen berdasarkan pengalaman personalnya di dunia usaha. Ia mengisahkan kegagalan demi kegagalan dalam bisnis yang pernah digelutinya, terutama akibat pengelolaan yang tidak terstruktur dan minim perencanaan.
Setelah menempuh pendidikan Manajemen di UT, Alfin merasakan perubahan signifikan dalam cara ia mengelola usahanya di sektor food and beverage.
Berbekal pemahaman manajerial yang lebih sistematis, ia kini tengah merintis pengembangan usaha baru di bidang skin care. Ia optimistis, ilmu manajemen yang diperoleh dari UT akan menjadi fondasi kuat bagi ekspansi bisnisnya.
Adapun Aji dan Alya, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, menilai UT sebagai pilihan ideal karena fleksibilitas sistem pembelajarannya. Keduanya mengaku dapat menjalani perkuliahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.
Meski demikian, mereka berharap Universitas Terbuka terus melakukan pembenahan dan inovasi, terutama dalam aspek manajemen pembelajaran dan sistem akademik, agar semakin adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa di era digital.
Sementara itu, Salman, mahasiswa Program Studi Pariwisata, menyebutkan bahwa keputusannya kuliah di UT selaras dengan bidang pekerjaan yang sedang dijalani. Menurutnya, UT memberi ruang bagi para profesional untuk meningkatkan kompetensi akademik tanpa harus meninggalkan dunia kerja.
Sebagai perguruan tinggi negeri yang memiliki kantor layanan di berbagai daerah, termasuk UT Surabaya, Universitas Terbuka berperan strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi.
UT Surabaya menjadi simpul layanan akademik bagi mahasiswa di wilayah Jawa Timur, menyediakan dukungan administrasi, tutorial, serta aktivitas kemahasiswaan yang menunjang pembelajaran jarak jauh.
Forum diskusi lintas generasi ini mencerminkan wajah Universitas Terbuka sebagai ruang belajar inklusif, tempat beragam latar belakang bertemu dalam satu tujuan: meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman, UT hadir sebagai alternatif pendidikan tinggi yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















