Pendidikan

Dosen UNUSA, Dwi Handayani Dampingi Anak Terdampak Bencana di Bireuen, Perkuat PHBS dan Dukungan Psikososial

27
×

Dosen UNUSA, Dwi Handayani Dampingi Anak Terdampak Bencana di Bireuen, Perkuat PHBS dan Dukungan Psikososial

Sebarkan artikel ini
Unusa
Kegiatan Dosen Unusa dan anak-anak Bireuen.

BERITABANGSA.ID, BIREUEN – Di tengah pemulihan pascabencana, pendekatan kesehatan masyarakat tak cukup hanya berbicara soal fisik. Aspek perilaku dan kondisi psikososial anak-anak menjadi penentu ketahanan komunitas ke depan.

Kesadaran inilah yang mendorong Dwi Handayani, S.KM., M.Epid, dosen sekaligus Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), turun langsung melakukan pendampingan promosi kesehatan bagi anak-anak terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan di Balai Majelis Pantee Lhong, dengan fokus memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekaligus memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak.

Program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya peran akademisi dalam mendukung resiliensi masyarakat pascabencana.

Pendampingan diawali dengan koordinasi intensif bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen dan Puskesmas Peusangan.

Dalam tahap ini, tim UNUSA menyerahkan sejumlah media promosi kesehatan, antara lain lembar balik, leaflet, buku pesan PHBS dalam situasi kedaruratan, serta sarana cuci tangan pakai sabun.

Dukungan tersebut dirancang untuk memperkuat keberlanjutan program PHBS di tingkat kecamatan dan memastikan intervensi sejalan dengan kebijakan serta kebutuhan lokal.

Edukasi kesehatan kemudian diberikan secara interaktif kepada sekitar 50 anak yang berada di Posko Pantee Lhong. Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif, menekankan pentingnya PHBS dalam mencegah penyakit menular seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut yang kerap muncul di lingkungan pengungsian.

Metode pembelajaran dibuat sederhana dan partisipatif, salah satunya melalui praktik cuci tangan pakai sabun yang dikemas dengan lagu-lagu ringan agar mudah diingat dan menyenangkan.Unusa

Pendekatan psikososial juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan ini. Anak-anak diajak mewarnai gambar bertema perilaku positif, seperti berolahraga, mencuci tangan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Aktivitas ini tidak sekadar bersifat rekreatif, tetapi dirancang untuk membantu meredakan trauma, membangun rasa aman, serta memberi ruang bagi anak-anak mengekspresikan emosi mereka.

Suasana yang tercipta menunjukkan perubahan signifikan: anak-anak lebih ceria, berani berinteraksi, dan mulai berbagi cerita satu sama lain.

Secara kuantitatif, sekitar 50 anak menerima edukasi PHBS secara langsung, dengan tingkat partisipasi aktif dalam praktik cuci tangan mencapai sekitar 80 persen.

Distribusi media promosi kesehatan turut memperkuat kapasitas Dinas Kesehatan setempat untuk mereplikasi kegiatan serupa di wilayah lain.

Dari hasil observasi lapangan, tim mencatat peningkatan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat serta penurunan gejala stres ringan, seperti kecemasan berlebih, pada anak-anak setelah kegiatan berlangsung.

Dalam jangka panjang, intervensi ini diharapkan berkontribusi menurunkan risiko penyakit menular di lingkungan pengungsian sekaligus memperkuat ketahanan psikososial anak-anak sebagai kelompok rentan pascabencana.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penanganan kesehatan, gizi, dan sanitasi bagi kelompok rentan di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Program ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebagaimana tertuang dalam surat pengumuman Nomor 1737/C3/AL.04/2025.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60