Pendidikan

Bakti Cendekia Volume 2 UNAIR Perkuat Toleransi

14
×

Bakti Cendekia Volume 2 UNAIR Perkuat Toleransi

Sebarkan artikel ini
Bakti Cendekia

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Departemen Agama BEM Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) kembali menggelar program pengabdian masyarakat Bakti Cendekia Vol 2 sebagai upaya menghadirkan ruang toleransi dan penguatan nilai kemanusiaan.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (1/12/2025) di Panti Asuhan dan Panti Jompo Bhakti Luhur, Sidoarjo, ini mengusung tema Together in Grace.

Program tersebut menjadi momentum perayaan Natal yang membuka ruang perjumpaan lintas iman antara mahasiswa dan anak-anak panti sekaligus mempertegas komitmen FH UNAIR dalam menumbuhkan kepedulian sosial.

Pemilihan Bhakti Luhur sebagai lokasi kegiatan bertujuan memastikan pemerataan bantuan lintas agama, setelah program sebelumnya dilaksanakan di lembaga berbasis Islam.

Sekitar 40 anak berkebutuhan khusus serta para perawat turut terlibat dalam rangkaian acara. Milhan Aulia Afandi selaku project officer menegaskan bahwa program ini hendak menampilkan suasana Natal yang inklusif.

“Kami ingin semua anak merasakan kehangatan yang sama, apa pun agamanya. Inilah bentuk kecil toleransi yang kami coba hidupkan,” ujar Milhan.

Kegiatan dimulai dengan sambutan panitia dan sesi kerohanian yang dipimpin Devin Manek.

Anak-anak diperkenalkan melalui name tag dan diajak bernyanyi bersama sebagai pembuka suasana. Salah satu sesi yang paling digemari adalah aktivitas menghias pohon Natal.

Setiap anak diminta menuliskan harapan atau cita-cita pada hanging notes sebelum menggantungkannya di pohon.

“Momen ketika mereka menulis mimpi masing-masing itu benar-benar mengharukan. Dari situ kami belajar bahwa keberagaman justru menyatukan,” tutur Milhan.

Antusiasme semakin terlihat dalam sesi melukis gypsum bertema Natal, mulai dari figur Santa Claus, pohon Natal, topi Natal, hingga snowman.

Aktivitas kreatif tersebut memberi ruang interaksi lebih dekat antara mahasiswa dan anak-anak panti.

Suasana kembali semarak saat sesi hand painting, di mana anak-anak menempelkan cap tangan berwarna-warni pada banner sebagai simbol kebersamaan dan inklusivitas.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pihak panti serta penyaluran donasi yang telah dikumpulkan selama satu bulan.

Penyerahan ini menjadi wujud komitmen Departemen Agama BEM FH UNAIR untuk menjaga keberlanjutan program dan memperkuat relasi dengan lembaga sosial.

Milhan juga menyampaikan harapan agar nilai-nilai yang dibawa dari kegiatan ini dapat terus hidup dalam diri mahasiswa. Ia menekankan bahwa Bakti Cendekia tidak semata menjadi rangkaian bakti sosial, melainkan ruang pembelajaran sosial yang membentuk kepekaan dan empati.

“Saya berharap Bakti Cendekia tidak berhenti di acara ini saja. Karena yang paling penting adalah kita membawa pulang pesan bahwa perbedaan agama, ras, dan kemampuan tidak boleh memutus tali persaudaraan,” ujarnya.

Melalui Bakti Cendekia Vol. 2, Departemen Agama BEM FH UNAIR berupaya menegaskan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya soal memberi bantuan, tetapi juga tentang merawat kemanusiaan, memperkuat toleransi, dan meneguhkan keberagaman sebagai fondasi kehidupan bersama.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60