BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Puluhan siswa Madrasah Islamiyah (MI) di Tambakrejo, Bojonegoro, membuat netizen dan publik dunia maya miris. Video saat kegiatan belajar mengajar (KBM) langsung menyedot ribuan komentar sinis. Betapa tidak, saat ini APBD Bojonegoro tertinggi kedua setelah Surabaya Rp8,7 triliun ini masih ada kelas sekolah mirip kandang ternak.
Tampak sebuah bangunan berdinding papan kayu dan berlantai tanah berdiri di tanah penghasil minyak ini.
Sekolah ini bertempat di Dusun Koripan, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Desa Napis, Mulyono, membenarkan bangunan itu baru berdiri sekitar 5 bulan lalu hasil swadaya warga. Sebelumnya, anak–anak setempat hanya belajar di rumah warga.
“Baru lima bulan ini warga swadaya membangun gedung sekolah yang viral itu. Bahkan sebagian material berasal dari rumah saya, seperti pintu dan lainnya,” ujar Mulyono, Rabu (26/11/2025).
Dia menjelaskan, warga terpaksa membangun sekolah darurat karena akses menuju Sekolah Dasar Negeri (SDN) Napis sejauh 2 kilometer sangat sulit dilalui.
Ketika musim hujan, dusun itu kerap terisolasi akibat luapan sungai, sementara akses menuju sekolah harus melewati sungai tanpa jembatan.
Sekolah yang saat ini menampung 35 siswa dengan rincian, kelas 1 sebanyak 18 siswa, kelas 2 sebanyak 5 siswa, kelas 3 kosong, kelas 4 sebanyak 6 siswa, kelas 5 sebanyak 6 siswa, dan kelas 6 juga tidak memiliki siswa.
Gedung itu merupakan bagian dari salah satu lembaga pendidikan berbasis madrasah yang berada di Desa Napis.
Di sisi lain tahun anggaran 2025, Bojonegoro dengan kekuatan APBD Rp8,7 triliun, tercatat memiliki sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) senilai Rp2 triliun. Kendati Madrasah di bawah naungan Kementerian Agama, namun siswa di MI Desa Napis juga berhak mendapat sarana pendidikan yang lebih layak.
Penulis: Suyati
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















