Advertorial

Bupati Sidoarjo Mitigasi di 4 Lokasi Banjir Parah

13
×

Bupati Sidoarjo Mitigasi di 4 Lokasi Banjir Parah

Sebarkan artikel ini

BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Bupati Sidoarjo, Haji Subandi, melakukan mitigasi banjir ke sejumlah titik rawan genangan di wilayah Sidoarjo pada Minggu (23/11/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi terkini infrastruktur pengendali banjir serta mengetahui berbagai kendala yang selama ini menjadi penyebab terjadinya genangan setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Adapun beberapa lokasi yang dikunjungi meliputi Desa Sekardangan, Desa Sidokare, Desa Banjarpoh, dan Desa Jetis yang berada di Kecamatan Sidoarjo.

Dalam agenda peninjauan lapangan tersebut, Haji Subandi tidak hanya melihat kondisi fisik sungai, drainase, maupun infrastruktur lain, tetapi juga berdialog langsung dengan warga, perangkat desa, serta tim teknis yang berada di lokasi.

Dialog ini dilakukan guna mengidentifikasi persoalan secara lebih mendalam sekaligus merumuskan langkah cepat yang perlu diambil oleh pemerintah daerah agar penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Dari hasil peninjauan di 4 lokasi selama beberapa jam, Haji Subandi menyebut bahwa salah satu penyebab terbesar terjadinya genangan ialah kondisi drainase yang tersumbat. Banyak drainase di kawasan padat penduduk yang tidak berfungsi optimal akibat tumpukan sampah, sedimen lumpur, dan kurangnya perawatan berkala. “Ketika drainase sudah tertutup oleh sampah rumah tangga maupun sedimen, otomatis aliran air menjadi lambat. Saat hujan deras datang, air tidak tertampung dan akhirnya meluap ke permukiman,” jelasnya.

Tak hanya soal drainase, Bupati Subandi menemukan pula persoalan lain yang memperparah kondisi banjir, yakni maraknya bangunan liar di sepanjang bantaran sungai. Keberadaan bangunan-bangunan tersebut membuat akses alat berat sangat terbatas, sehingga proses normalisasi sungai menjadi terhambat.

Selain itu, bangunan liar juga menyebabkan penyempitan badan sungai yang berdampak pada semakin kecilnya kapasitas sungai dalam menampung aliran air saat musim hujan.

“Bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai harus segera dicek legalitasnya. Jika tidak memiliki izin, tentu harus ditertibkan sesuai aturan yang berlaku. Kita tidak bisa membiarkan sungai terus-menerus menyempit, apalagi ini sangat memengaruhi keselamatan warga,” tegas Bupati Subandi.

Untuk menangani masalah banjir secara komprehensif, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera melakukan normalisasi sungai dalam waktu dekat.

Bupati Subandi telah meminta Dinas PUBMSDA untuk bergerak cepat melakukan serangkaian langkah, mulai dari pengerukan sedimentasi, pembersihan tumpukan sampah, hingga penambahan unit pompa air di titik-titik tertentu yang dianggap sebagai lokasi paling krusial. Ia memastikan bahwa semua langkah tersebut harus dilakukan secara terukur, terkoordinasi, dan diawasi secara ketat.

Tidak hanya sungai yang berada di bawah kewenangan kabupaten, beberapa sungai besar yang masuk kategori kewenangan balai besar juga menjadi perhatian.

Haji Subandi menilai bahwa sungai-sungai tersebut telah menumpuk sedimentasi selama lebih dari 10 tahun tanpa adanya normalisasi besar dari instansi terkait. Jika pemerintah daerah hanya menunggu tindakan dari balai besar, maka banjir dipastikan akan terus terjadi setiap musim penghujan tiba.

“Jika kita terus menunggu tindakan dari balai besar, Sidoarjo akan tetap mengalami banjir setiap tahun. Karena itu, sebagian pekerjaan harus kita ambil alih, minimal untuk pembersihan dan penguatan sementara, agar masyarakat tidak terus terdampak,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Subandi menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk segera melakukan pendataan terhadap bangunan liar yang berdiri di tepi sungai. Pendataan ini diperlukan sebagai langkah awal sebelum dilakukannya tindakan lanjutan berupa penertiban atau relokasi sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Ia menekankan bahwa penertiban bangunan tanpa izin merupakan bagian penting dari upaya pemulihan jalur sungai agar fungsi aliran air dapat kembali optimal.

“Penertiban ini bukan semata-mata untuk membongkar bangunan, tetapi untuk mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya. Jalur aliran air harus diperlebar lagi, dan ini tidak bisa dilakukan jika masih ada bangunan liar yang mengganggu proses normalisasi,” ujar Bupati.

Pada akhir peninjauan lapangan, Haji Subandi kembali mengingatkan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut terlibat aktif menjaga lingkungannya masing-masing. Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air, serta melakukan kerja bakti rutin untuk membersihkan drainase di lingkungan sekitar rumah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dan kesadaran masyarakat adalah kunci dalam mengatasi persoalan banjir. Menjaga kebersihan sungai dan drainase adalah langkah sederhana namun sangat menentukan,” tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap bahwa dengan adanya langkah-langkah mitigasi yang cepat, terstruktur, dan terkoordinasi, masalah banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat setiap musim hujan dapat diminimalkan. Pemerintah juga menekankan perlunya kewaspadaan seluruh warga menghadapi musim penghujan yang diprediksi berlangsung intens dalam beberapa bulan ke depan.

Bupati Subandi menambahkan bahwa masyarakat dapat melaporkan setiap keluhan, hambatan, atau kerusakan infrastruktur terkait banjir melalui perangkat desa, kecamatan, atau kanal pelaporan resmi yang telah disediakan pemkab. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil langkah tindak lanjut secara cepat dan tepat sasaran.

“Jika ada masalah di lapangan, tolong segera dilaporkan. Kami ingin setiap keluhan masyarakat dapat ditangani secepat mungkin. Pemerintah hadir untuk memberikan solusi terbaik,” pungkasnya.

Dengan kerja sama antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat, diharapkan persoalan banjir di Kabupaten Sidoarjo dapat ditangani dengan lebih baik, sehingga masyarakat bisa hidup lebih aman, nyaman, dan sejahtera.

Sementara itu, Eko Widodo warga Sidokare yang rumahnya juga terdampak banjir menyambut baik apa yang dilakukan Bupati Sidoarjo. Pihaknya berharap Pemkab segera mengeksekusi apa yang selama ini menjadi penyebab banjir.

“Harapan kami Pemkab segera mengatasi problem banjir di wilayah kami biar tidak menjadi langganan banjir disetiap musim penghujan,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Rudiatno warga Jetis, Ia menjelaskan kalau tahun ini banjir di wilayahnya tergolong yang paling parah. Dan pihaknya berharap ada solusi permanen dari Pemkab Sidoarjo.

“Kami cukup senang dengan penjelasan Bapak Bupati, harapan kami solusi permanen dari Pemkab untuk mengatasi banjir, biar wilayah kami tidak menjadi langganan banjir,” pungkasnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60